Ingin Rekrut Karyawan, Patuhi Poin-poin Ini

Ilustri rekrutmen karyawan. Untuk mengetahui bagaimana proses rekrutmen yang ideal, beberapa poin mesti dipatuhi departemen rekrutmen, atau komparten human resources development (HRD) sebuah perusahaan, di antaranya calon karyawan harus memiliki kriteria poin seperti kapabilitas, kapasitas, kreativitas, karakter, kredibilitas, komitmen, serta kompatibilitas. / Istimewa

TERKINI.id – Ingin rekrut karyawan, patuhi poin-poin ini. Rasanya muskil sebuah perusahaan tidak memiliki karyawan, sehingga proses rekrutmen sudah pasti ada. Nyatanya, meskipun terdengar “lazim”, tetapi rekrutmen tidak semudah membalik telapak tangan.

Artinya, untuk menjaring karyawan ideal tidaklah gampang. Malah, proses rekrutmen yang salah kaprah bisa jadi “bumerang” yang merugikan perusahaan itu sendiri.

Untuk mengetahui bagaimana proses rekrutmen yang ideal, beberapa poin mesti dipatuhi departemen rekrutmen, atau komparten human resources development (HRD) sebuah perusahaan, di antaranya calon karyawan harus memiliki kriteria poin seperti kapabilitas, kapasitas, kreativitas, karakter, kredibilitas, komitmen, serta kompatibilitas.

Kapabilitas atau capability adalah kemampuan dasar yang dibutuhkan seseorang untuk melakukan pekerjaannya. Biasanya, berkaitan terhadap kemampuan nalar, kecerdasan, dan berpikir sistematis.

Seseorang disebut “kapabel”, atau memilki kemampuan jika memiliki tingkat kecerdasan minimal yang dibutuhkan. Kapabilitas juga mensyaratkan adanya skill atau keahlian dalam melakukan pekerjaan. Tanpa kemampuan dasar ini, calon karyawan tidak akan mampu melaksanakan pekerjaannya. Untuk menilai dan menentukan apakah seseorang memiliki kemampuan, bisa dilihat dari hasil interview pada saat sebelum wawancara.

Oleh karena itu, jangan semata mengandalkan sertifikat, ijazah, piagam penghargaan, atau identitas kemampuan lainnya. Meskipun hal itu tidak salah, apa yang tertera dalam “kertas-kertas” tersebut belum tentu relevan terhadap kemampuan yang dibutuhkan.

Buat serangkaian test yang dapat menunjukkan apakah seseorang itu mampu atau tidak mampu melakukan tugas-tugas yang paling mendasar.

Selanjutnya, kapasitas atau capacity. Hal ini dibutuhkan karena kapasitas maksimum atau potensi kemampuan seorang karyawan dapat menunjukkan keahlian mereka terhadap permasalahan, seperti memecahkan masalah (problem solving skill), mampu mengerjakan beban kerja yang berat, bisa mengatasi stres akibat pekerjaan, serta membuat prioritas atau jadwal, dan sebagainya.

Kapasitas ini juga berarti menunjukkan apakah kualitas seorang calon karyawan itu memungkinkan untuk ditingkatkan atau tidak. Guna menilai dan menentukan apakah seseorang memiliki kapasitas yang tinggi, HRD atau pimpinan bisa memberikan beban kerja yang tinggi dengan deadline.

Biasanya, waktu yang terbatas atau sempit, akan menjadi penyebab stres saat melakukan suatu pekerjaan. Mereka yang memiliki kapasitas yang besar, tidak mudah stres ketika diberikan tugas yang lebih berat dan deadline yang mepet. Tetapi mereka yang memiliki kapasitas rendah, akan cepat stres dan menurun kualitas kerjanya.

Poin penting lainnya adalah kreativitas atau creativity. Ini diperlukan dalam hal kemampuan memecahkan masalah di luar kelaziman, sehingga menjadi lebih efektif, cepat, efisien, dan menguntungkan (produktif). Mereka yang memiliki kreativitas tinggi biasanya mampu berpikir di luar dugaan orang banyak (think smart, think different, and think out of the Box). Bisa menemukan perspektif, cara pandang baru yang membuat pekerjaan jadi lebih efektif, mudah, dan efisien.

Sementara, poin yang tidak kalah pentingnya adalah karakter. Karakter atau character adalah watak dasar manusia yang ditunjukkan dalam perilaku sehari-hari, sikap, sopan-santun, kemampuan mengendalikan emosi, dan bagaimana orang merespons sebuah kejadian. Untuk menilai watak dasar manusia ini diperlukan test unggul terkait rekrutmen.

Test ini dapat menunjukkan bagaimana watak dasar seseorang dilihat pada kondisi normal dan dalam penuh tekanan. Hasilnya diplot menjadi peta karakter atau personality profile. Dari peta karakter yang dihasilkan, bisa diprediksi apakah seseorang cocok untuk melakukan pekerjaan tertentu dengan cara membandingkannya dengan job profile dari pekerjaannya.

Contohnya, orang yang karakternya teliti dan analitik cocok menjadi programmer. Orang yang karakternya stabil cocok untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang rutin. Sebaliknya, orang yang teliti tidak cocok ditempatkan jadi sales atau marketing, sebab di dunia sales dan marketing butuh orang yang berorientasi pada perasaan orang lain. Orang yang stabil tidak cocok ditempatkan dalam posisi pengambil keputusan.

Hal lain adalah kredibilitas atau credibility. Ini ditunjukan melalui kejujuran dan integritas sehingga seorang calon karyawan dapat dipercaya, serta dapat diandalkan guna memikul tanggung jawabnya dengan benar.

Tanpa kredibilitas tersebut, perusahaan tidak akan percaya kepadanya. Kredibilitas ini bisa tercermin dari perilaku di masa lalu dan aplikasi yang sudah dilakukannya di lapangan kerja. Pasalnya, track record menjadi sangat penting di level ini.

Lalu, ada poin terkait komitmen. Komitmen ditunjukkan melalui kesungguhan dalam menyelesaikan tugas, walaupun dalam kondisi yang sulit atau tidak menguntungkan. Rasa tanggung jawab ini jauh lebih bernilai ketimbang skill, kapasitas, passion, dan sebagainya.

Jika orang hanya bermodal passion atau gairah, namun tidak memiliki komitmen, maka ia hanya ingin melakukan pekerjaan yang disukainya. Jika ia menghadapi situasi yang tidak menguntungkan atau harus melakukan pekerjaan yang tidak disukainya, ia akan pergi meninggalkan perusahaan. Itulah sebabnya komitmen ini hanya bisa terlihat pada saat perusahaan dalam kondisi sulit atau sedang menghadapi masalah.

Poin menyoal compatibility atau kompatibilitas pun sama pentingnya. Ini dapat ditunjukkan dalam kepatuhan dan kecocokan dengan “budaya” perusahaan, dapat bekerja sama dengan tim atau rekan kerja, serta dapat bergaul dengan orang atau lingkungan sekitarnya.

Adapun poin core values, atau budaya inti menjadi penting di sini lantaran menjadi kompas atau panduan apakah seseorang masih cocok bekerja dengan perusahaan atau tidak. Misalnya, sebuah perusahaan media melarang segala bentuk tips dan pemberian, maka mereka yang memandang tips itu sebagai rezeki akan bermasalah dan merasa tidak nyaman.

Itulah beberapa poin yang dapat ditilik dalam merekrut karyawan ideal. Sejatinya, beberapa personal atau komunal perusahaan yang sudah berkali-kali melanggar kriteria di atas atau tidak mengindahkannya, hasilnya bisa dilihat secara kasatmata, yaitu produk tidak berkembang, perusahaan stagnan, dan tertinggal jauh dibandingkan pesaing mereka.

Pemikiran yang brilian, visi yang jauh ke depan, budaya kerja yang disiplin dan cepat, sama sekali tidak berguna ketika para “pelaksana” dalam hal ini karyawan,  tidak mampu mengerjakan apa yang harus dikerjakan.

Akibatnya fatal, membuat perusahaan menjadi tidak adaptif dalam merespons tantangan yang dihadapi. Proses rekrutmen yang benar dan selektivitas karyawan adalah permulaan yang baik untuk bisa berhasil dan survive melewati rintangan.

Komentar
Terkini
Bisnis

Fuso Kembali Pimpin Penjualan Truk di Sulselbar

Terkini.id, Makassar -- Pertumbuhan ekonomi yang signifikan di Sulawesi Selatan membuat bisnis penjualan kendaraan truk meningkat.General Manager Operation Officer PT Bosowa Berlian Motor (BBM),