Ini 3 budaya tak lazim negeri sakura Jepang

Ini 3 budaya tak lazim negeri sakura Jepang. (foto/telegraph.co.uk)

Terkini.id, – Zaman sekarang ini, siapa yang tidak kenal dengan negara Jepang? Jepang adalah salah satu destinasi wisata yang sangat terkenal.

Jepang bahkan menduduki peringkat 21 dalam daftar negara yang paling sering dikunjungi di dunia mengalahkan Singapura yang berada di peringkat 24 menurut situs List25.

Negara matahari terbit ini terkenal dengan pemandangan alam yang memikat hati, seperti gunung Fuji dan pohon Sakura. Kuliner yang tersedia juga kerap menarik minat para turis untuk langsung datang ke Jepang dan mencicipinya walaupun kuliner Jepang sudah ada di negara mereka.

Namun, satu hal lain yang membuat negara Jepang terasa sangat menarik adalah keunikan budaya masyarakat Jepang. Lain dari pada yang lain adalah kata yang amat sempurna untuk mendeskripsikan negara Jepang.

Tidak percaya? Dilansir dari Telegraph, simak 3 budaya abnormal negeri sakura berikut ini.

1. Tertidur di Tempat Kerja (Inemuri)

(foto/flickr.com)

Bayangkan jika di Indonesia anda diberikan apresiasi karena tertidur di tempat kerja. Pernahkah anda mengalaminya? Tentu saja tidak. Pimpinan anda tentunya akan menegur anda dengan alasan tidak bekerja saat jam kerja.

Namun, tidak sama halnya dengan budaya kerja di Jepang. Karyawan di Jepang yang tertidur saat bekerja diapresiasi oleh pimpinannya.

Alasannya adalah mereka menganggap jika karyawan tertidur saat bekerja artinya mereka bekerja dengan sangat keras sehingga dengan terpaksa tertidur saat jam kerja.

Namun, ada syaratnya, orang yang melakukan Inemuri tersebut harus tertidur dengan posisi tegaklurus. Peraturan ini disebabkan adanya karyawan yang berpura-pura melakukan Inemuri. Karyawan tersebut tidak tertidur, melainkan disengaja untuk menghindari pekerjaannya.

2. Menghirup Mie

(foto/bootsnall.com)

Masyarakat dari negara lain pada umumnya menganggap membuat banyak suara saat sedang makan adalah hal yang tidak sopan. Tetapi, masyarakat Jepang memiliki budaya unik yang membuat kegaduhan saat sedang makan yaitu menghirup mie.

Hal ini dianggap kewajiban bagi masyarakat Jepang untuk menunjukkan rasa nikmat makanan tersebut sebagai penghargaan terhadap koki yang memasak.

Selain itu, menghirup mie dengan kuahnya dapat menambah nilai lebih pada rasa dan meningkatkan pengalaman gastornomiknya.

3. Festival Telanjang (Hadaka Matsuri)

(foto/youtube.com)

Hadaka Matsuri adalah festival telanjang yang dilakukan oleh ribuan kaum pria Jepang dengan melepaskan semua pakaian mereka, hanya organ intim yang ditutupi dengan kain putih yang disebut fundoshi.

Kebudayaan ini didasarkan oleh kepercayaan dari leluhur pada zaman dahulu kala. Leluhur masyarakat Jepang percaya bahwa laki-laki yang telanjang memiliki kemampuan yang lebih baik untuk menangkap makhluk gaib.

Festival ini digelar setiap tahun pada hari Sabtu ketiga bulan Februari. Hingga saat ini, masyarakat Jepang masih menekuni festival ini, tetapi dengan motif yang berbeda.

Mereka melakukan Hadaka Matsuri karena mereka percaya dengan mengikuti festival ini, mereka akan mendapatkan berkah dan keberuntungan untuk sepanjang tahun.

Bagaimana? Tertarik untuk langsung terjun ke lapangan dan merasakan uniknya negeri sakura?

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Kampus

Akreditasi Program Studi PG-PAUD UIM Meningkat

Terkini.id, Makassar - Universitas Islam Makassar (UIM) patut berbangga, salah satu program studi yang dibinanya kembali memperoleh akreditasi B.Program Studi jenjang Strata 1 Pendidikan