Ini 5 festival paling mesum dalam sejarah manusia

Ilustrasi festival. (foto/blosgspot.com)

Terkini.id, – Pesta atau festival tertentu umumnya diselenggarakan untuk merayakan sesuatu, baik itu memperingati hari-hari yang spesial atau hanya sekedar untuk bersenang-senang.

Karena konsep utamanya bersenang-senang maka semua orang yang ikut terlibat di dalamnya akan melakukan semua hal yang dianggap menyenangkan. Tidak hanya berjoget, menyanyi bahkan hal-hal yang berkaitan dengan mesum.

Pada era sekarang yang makin modern ini sudah jadi rahasia umum jika sejumlah festival maupun pesta digelar secara “liar” sehingga menjadi ajang berbuat maksiat.

Tapi ternyata dalam sejarah manusia festival liar pun sudah dilakukan sejak berabad-abad lalu. Bahkan tercatat sejumlah bangsa maupun kaum justru sengaja membuat festival mesum demi tujuan tertentu. Dilansir dari berbagai sumber, berikut 5 festival kuno paling mesum dalam sejarah.

1. Festival mesum bangsa Sodom

(foto/epochtimes.com)

Menarik untuk Anda:

Bangsa Sodom dalam sejarah sudah sangat terkenal akan perilaku liar mereka dalam urusan seksual, bahkan bangsa yang sudah terkenal akan kegemarannya berpesta ini pun sudah dikenal sebagai bangsa yang amoral dan maksiat.

Tidak hanya memperbolehkan masyarakatnya mengkonsumsi minuman beralkohol dan seks bebas, namun bangsa ini juga memperbolehkan masyarakatnya melakukan seks sesama jenis.

Mirisnya perilaku bangsa Sodom yang kini sudah musnah justru kembali marak dilakukan oleh sejumlah kalangan.

2. Festival mesum Kaisar Nero

(foto/dailymotion.com)

Dalam sejarah kerajaan Romawi, Kaisar Nero tercatat sebagai salah satu Kaisar paling berpengaruh di masanya. Kaisar ini terkenal bukan karena piawi memimpin rakyatnya melainkan piawi memuaskan para bangsawan dari berbagai kerajaan yakni dengan menggelar festival liar yang berujung seks bebas.

Konon menurut kisahnya di masa Kaisar Nero, hampir setiap malam Kerajaan Romawi menggelar sebuah pesta meriah yang diisi dengan semua hal erotis, seks bebas hingga perilaku mesum yang amoral. Maka tidak mengherankan, festival ini tercatat sebagai salah satu festival paling mesum di masa lalu.

3. Festival Mesir Kuno

(foto/yukepo.com)

Bangsa Mesir kuno dikenal sebagai salah satu bangsa tertua di dunia yang begitu kesohor akan kemewahannya, dan satu lagi bangsa Mesir Kuno juga dikenal akan perbuatan-perbuatan mesumnya. Zaman dahulu, bangsa Mesir kuno punya satu festival paling mesum dalam sejarah.

Festival tersebut sebenarnya dibuat sebagai penghormatan pada Dewa Ra dan Dewa Sekhmet. Hanya saja festival yang cukup disakralkan ini justru diisi dengan berbagai perbuatan mesum.

Semua bangsa Mesir kuno yang ikut diperbolehkan mabuk-mabukan dan seks sesuka hati. Karena liarnya festival ini, konon tidak jarang orang-orang Mesir kuno terbangun di jalan-jalan kota bahkan ada yang masih dalam posisi bercinta.

4. Festival Beltane bangsa Viking

(foto/shan-newspaper.com)

Festival ini dulunya digelar oleh bangsa Viking untuk menyambut musim panas. Bangsa Viking ketika itu akan membangun sebuah perapian yang besar lalu mengajak semua bangsanya untuk memutari api sambil bernyanyi bersama.

Festival ini sebenarnya bertujuan untuk mensucikan diri tapi sepertinya mensucikan diri bagi bangsa Viking berbeda dengan anggapan kita.

Para bangsa Viking akan melakukan seks bebas secara massal setelah selesai memutari api unggun . Setiap orang dipersilahkan memilih siapa pun pasangan seksnya, tidak ada aturan yang melarang hanya saja setiap orang wajib bercinta di depan api unggun. Di salah satu Negara Eropa saat ini, festival Beltane konon masih sering dilakukan.

5. Festival Bacchanalia

(foto/fineartamerica.com)

Festival ini sebenarnya digelar untuk penghormatan pada Dewa Tammuz di era Babylonia, yang merupakan dewa cinta dan simbol kesuburan.

Namun pada praktiknya, festival Bacchanalia ini justru tidak diisi dengan ritual-ritual khusus seperti layaknya perayaan untuk penghormatan di masa itu. Melainkan diisi dengan ritual mesum yang dilakukan beramai-ramai.

Festival ini tidak punya aturan bagi setiap orang yang ingin ikut, sambil bernyanyi dan menari setiap orang yang ikut dibebaskan untuk memilih siapa saja yang ia inginkan untuk jadi pasangan seksnya.

Bahkan jika bosan ia bebas memilih pasangan lain dan melakukan apapun termasuk seks dengan tiga orang sekaligus. Orang-orang melakukannya karena menganggap seks di festival ini adalah berkah.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Gerakan Teladan Berkurban, Bukalapak Ajak Masyarakat Berdayakan Ekonomi Daerah

Mengenal Program Online Degree, Solusi Tepat untuk Meraih Gelar Sarjana Internasional dari Rumah

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar