Ini Alasan Jokowi Tak Perlu Nyalakan Lampu Motor

Terkini.id, Jakarta – Dua mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Kristen (UKI) Jakarta, Eliadi Hulu dan dan Ruben Saputra tengah mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi.
Dua mahasiswa tersebut menggugat Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LAJ).

Gugatannya bermula saat Eli dan Ruben tidak terima lantaran dirinya ditilang karena tak menyalakan lampu motor saat siang hari.

Padahal, menurut keduanya, hal serupa juga pernah dilakukan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, beberapa waktu lalu.

Keduanya pun berharap, hukum bisa ditegakkan tanpa memandang status atau jabatan.

Apa alasan sehingga Jokowi boleh tidak menyalakan lampu?

Menarik untuk Anda:

Melansir dari 100kpj, Karopenmas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono menjelaskan, Presiden Jokowi mendapat pengecualian, yakni terbebas dari penilangan.

Hal itu lantaran Jokowi merupakan sosok nomor satu di Indonesia, yang mana pasti selalu mendapat pengawalan dari pihak keamanan.

“Presiden (Joko Widodo) itu orang nomor satu di Indonesia, jadi kalau ke mana-mana pasti ada pengawalan. Namanya orang yang kita hargai, dia simbol negara, jadi perlu kita hormati,” ujar Argo kepada para pewarta di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa 14 Januari 2020.

Kendati demikian, dia mengaku, apa yang dilakukan Eli dan Ruben dengan mengajukan gugatan ke MK bukan suatu hal yang salah.

Dia bahkan memberikan apresiasi, lantaran keduanya memahami bagaimana hukum di suatu negara bekerja.

“Menurut kami, itu hal yang bagus. Kalau memang tak terima dengan undang-undang di MK, kita tunggu saja nanti proses (pengajuannya) seperti apa,” terangnya.

Aturan lampu sepeda motor siang hari

Untuk diketahui, kedua mahasiswa tersebut melakukan pengajuan gugatan lantaran bagian dari generasi penegak hukum yang sudah sepantasnya mengkritik tiap norma yang tidak bermanfaat dan tidak sesuai dengan UUD, serta berpotensi merugikan dan meresahkan masyarakat luas.

Sejauh ini permohonan gugatan sudah diajukan ke MK pada 7 Januari 2019 lalu dan masih diperiksa bagian registrasi.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Fatmawati Hentikan Sosialisasi Saat Azan Berkumandang

Hore, Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta Dapat Insentif Rp600.000

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar