Ini budaya yang masih dilestarikan di Pinrang

Kabupaten Pinrang sebagai salah satu daerah lumbung pangan di Sulsel memiliki budaya yang masih terjaga kelestariannya. Salah satunya adalah Mappalili, sebuah acara adat yang dihelat sebagai ritual sebelum para petani turun ke sawah menanam padi. / Arsyad

Pinrang – Kabupaten Pinrang sebagai salah satu daerah lumbung pangan di Sulsel memiliki budaya yang masih terjaga kelestariannya. Salah satunya adalah Mappalili, sebuah acara adat yang dihelat sebagai ritual sebelum para petani turun ke sawah menanam padi.

Di 2017 ini, warga bersama pemerintah desa melaksanakan Mappalili di Desa Kaliang dan Desa Massewae, Kecamatan Duampanua.

Dalam Mappalili, masyarakat berkumpul di suatu tempat di area persawahan untuk memulai membajak sawah. Saat Mappalili, dihadirkan sejumlah kuliner khas masyarakat Bugis untuk disantap bersama setelah berdoa.

Adapun yang terlibat dalam prosesi Mappalili adalah tokoh adat yang dikenal sebagai penghulu kampung, pemerintah kecamatan, kepolisian, TNI, tokoh tani, pejabat desa, serta anggota BPD dan anggota kelompok tani.

Kepala Desa Kaliang, P Maming serta Kades Massewae, Ibrahim yang hadir pada kegiatan itu memberikan apresiasi.

Menurut Maming, Mappalili merupakan tradisi yang patut dilestarikan. “Budaya ini sejak dulu memang sudah dilakukan nenek (moyang) kita. Jadi, saya harap tradisi ini terus dilakukan. Karena ini sebagai upaya melestarikan adat istiadat yang ada di Pinrang,” pesannya.

Melalui ritual Mappalili, Maming berharap panen ke depannya akan lebih berlimpah. Selain memanjatkan puji syukur kepada Sang Khalik, pihaknya juga berharap pemerintah daerah memperhatikan kondisi perairan pada persawahan mereka.

“Kami berharap ,berkurangnya debit air di saluran sekunder Pekkabata ditambah untuk mencukupi kebutuhan areal persawahan petani. Saat ini, air yang dibutuhkan petani cukup banyak, jadi wajar jika debit air perlu ditambah,” harap Maming.

Arsyad

Berita Terkait
Komentar
Terkini