Ini kota nuklir rahasia Amerika pada masa Perang Dunia II

Ini kota nuklir tersembunyi Amerika pada masa Perang Dunia II. (foto/theguardian.com)

Terkini.id, – Perang Dunia menyisakan banyak korban serta kehancuran masal, namun di baliknya, tiga kota berdiri dalam sekejap tanpa diketahui oleh masyarakat umum, bahkan oleh peta dunia sendiri.

Adalah di Tennesse, Amerika Serikat, ribuan pekerja secara mendadak “menghilang” bersamaan dengan sejumlah besar bahan baku bangunan. Di sinilah gedung dan fasilitas militer dalam jangka waktu singkat dibangun secara tersembunyi sebagai awal mula dari lomba pembuatan senjata nuklir melawan Hitler.

Dua kota rahasia lainnya, yaitu Los Alamos dan Richland termasuk dalam Proyek Manhattan yang secara total memuat 125.000 ilmuwan, teknisi, serta staf pembantu pada akhir perang.

Dilansir dari situs the Guardian, kurang dari setahun setelah mengikuti Perang Dunia II, tentara AS perlahan mengambil alih sebidang tanah di ketiga daerah tersebut, kemudian menggusur sebagian area pemukiman bilamana diperlukan.

Tidak lama setelah itu, pekerja masal datang, mengubah tanah kosong menjadi fasilitas penelitian dalam durasi yang singkat, terpisahkan dari pengawasan dunia luar dengan adanya tembok-tembok alam dan pagar buatan.

(foto/theguardian.com)

“Jika dilihat sekejap, tempat ini terlihat seperti komunitas Amerika biasa. Namun, tidak butuh waktu lama untuk melihat hal-hal aneh yang terkadang juga lucu,” kata Martin Moeller, kurator senior dari pameran Secret Cities: The Architecture and Planning of the Manhattan Project.

Ia pula mengungkapkan bahwa terdapat banyak simbol-simbol nuklir di berbagai bangunan meski komunitas ini dibangun senyaman mungkin bagi para pekerja yang berusaha mendapat hasil yang sangat vital bagi negara mereka.

“Ada perjanjian bahwa mereka perlu merasa seperti di rumah. Mereka memerlukan komunitas yang terasa ‘normal’. Jadi, pada masa darurat itu, pemerintah AS membangun sebuah rumah keluarga yang sekarang ini disebut semacam tipe rumah pinggiran daripada memasukkan semua orang ini ke dalam asrama dan barak, seperti yang saya pikir kebanyakan negara akan lakukan. Keputusan ini saja menurutku sudah luar biasa,” ungkap menantu fisikawan nuklir yang bekerja laboratorium Oak Ridge kepada the Guardian.

Awalnya, Oak Ridge diperkirakan hanya untuk 13.000 orang namun pada akhir perang, kota tersebut sudah dipenuhi oleh 75.000 manusia, terbesar dari ketiga kota rahasia AS.

Kota itu bertumbuh layaknya kota-kota lain, termasuk memiliki pergerakan-pergerakan yang sudah eksis pada zaman itu. Masalah yang umum juga ada di sini, contohnya adalah rasisme.

Masyarakat kulit hitam diperlakukan lebih buruk dari mereka yang berkulit putih, tempat tinggal mereka bahkan tidak sebaik mereka yang tinggal di rumah permanen.

(foto/theguardian.com)

Persembunyian Oak Ridge terbongkar dengan sorak gembira pada tahun 1945. Jatuhnya sepasang bom atom di Jepang menyebabkan media massa memasang judul dengan nama daerah yang tidak pernah didengar seorang warga negara Amerika pun.

Orang-orang berkeliaran di jalan-jalan Oak Ridge, merayakan keberhasilan mereka dengan pelukan, musik, dansa, dan segala macam jenis kebahagiaan lainnya.

Tidak semua orang berbahagia pada hari itu, Mary Lowe Michel, seorang juru ketik di Oak Ridge, malah kembali ke kamarnya dan menangisi kejadian yang menghanguskan puluhan ribu orang itu.

Sekarang, Oak Ridge masih berdiri namun dengan tujuan yang berbeda, yaitu sebagai bagian penting dari penelitian energi yang terbaharukan.

Perlu diketahui juga bahwa perubahan ini tidak menghapus jejak lama nuklir mereka, kebudayaan baru lahir dari sejarah, seperti contohnya pemasangan gambar awan jamur hasil ledakan atom di logo sekolah untuk selalu memperingati awal berdiri serta keberhasilan kota tersebut.

“Mereka menyadari keseriusan dalam bekerja pada masa itu, saat perang dan saat Perang Dingin. Tapi ini semacam humor dokter di ruang gawat darurat. Hal-hal ini terkenal jahat karena kurang sopan dalam situasi-situasi medis. Tapi begitulah cara mereka menghadapi keseriusan dari pekerjaan mereka,” ujar Moeller.

Komentar

Rekomendasi

Berkebun di Rumah Selama social distancing Pandemi Covid-19

Aktor ini Tulis Puisi untuk Jurnalis Tangguh yang Meliput Wabah Corona

Penyandang Disabilitas di Makassar Produksi Masker Atasi Kelangkaan di Tengah Wabah Corona

Ini Pesan dan Ajakan Aryo Wijoseno Guna Lawan Corona

Cegah Virus Corona, AMPHURI Bersama PCNU Bakal Gelar Doa dan Zikir

Syamsul, 10 Tahun Mengikis Gunung Pakai Linggis yang Ketiban Rezeki Umrah

Peringati Hari Kanker Sedunia, Karyawan Best Western Makassar Kenakan Pita

Tak Banyak yang Tahu, Inilah Orang Pertama di Indonesia yang Diangkat Jadi PNS

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar