Ini Layanan ‘Jarak Jauh’ BPJS Kesehatan Makassar di Era New Normal

Terkini.id, Makassar – Pandemi covid-19 membuat berbagai layanan pemerintahan mengurangi aktivitas ‘tatap muka’. Tidak terkecuali BPJS Kesehatan.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Cabang Makassar Greisthy E L Borotoding, berbagai kemudahan diberikan selama pandemi, seiring dengan semakin meningkatnya jumlah kepesertaaan.

Saat ini, kata Greisthy, BPJS Kesehatan Cabang Makassar yang menaungi lima kabupaten/kota yakni Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, Maros dan Pangkep mencatat terjadi penambahan peserta di tahun 2020 sebanyak 77 ribu orang.

Baca Juga: Soal Pakai Masker, Ustaz Ihsan: Yahudi Buat Aturan Itu karena...

Sehingga, kepesertaan JKN BPJS Kesehatan Cabang Makassar telah mencapai 94 persen dari total warga di wilayah kerjanya.

Layanan Jarak Jauh

Florinsye Tamonob memaparkan, pihaknya juga secara intens melakukan sosialisasi tentang berbagai pelayanan yang sudah bisa dilakukan tanpa ‘tatap muka’

Baca Juga: Jamin Layanan Kesehatan, Pemkot Palopo Teken Kerja Sama dengan BPJS

Ada empat layanan non tatap muka yang dibuka BPJS Kesehatan, salah satunya ialah mobile JKN yang dapat diakses oleh pekerja bukan penerima upah (PBPU) kelas I dan kelas II. 
Mobile JKN ini diarahkan bagi calon peserta yang akan mendaftar mandiri ke kelas I dan II. Untuk kelas III, BPJS Kesehatan tetap menerima layanan tatap muka.

“Alasannya karena rata-rata kelas III itu kurang mampu sehingga kami tetap buka layanan tatap muka, sementara bagi kelas II dan III tentu mereka punya ponsel pintar untuk mengakses layanan melalui aplikasi BPJS sehingga dapat langsung melakukan pendaftaran mobile JKN,” terangnya dalam pertemuan bersama wartawan di Essprezza Cafe Jl Mappanyuki, Makassar, Selasa 8 Desember 2020.

Selanjutnya, adalah layanan Chika (chat assistent JKN), jenis pelayanan satu ini merupakan layanan live chat dengan BPJS Kesehatan care center 1500400, termasuk pelayanan perubahan data.

Baca Juga: Dear Penyintas Covid-19, Ayo Donor Plasma Konvalesen

Selanjutnya layanan non tatap muka care center melalui kontak 1500400. Tarifnya pun sesuai dengan operator yang digunakan. 

Layanan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan mulai dari kelas I, II maupun III. Termasuk jika peserta ingin melakukan pengaduan dan perubahan data.

Layanan keempat adalah Pandawa (layanan administrasi melalui WhatsApp di nomor 082190825559).

Beberapa layanan pandawa seperti pendaftaran baru bagi PNS, TNI/Polri, penambahan anggota keluarga (PNS, TNI/Polri,PBI APBN/PBD bayi baru lahir, pengaktifan kembali kartu, pengaktifan virtual account, pindah jenis kepesertaan, ubah data golongan dan gaji (PNS dan Polri), serta beberapa layanan lainnya.

“Kami mencatat terdapat sekitar 52 ribu peserta BPJS Kesehatan yang telah mengakses layanan Pandawa. Sementara ada 24 ribu data peserta yang juga dinonaktifkan sementara, namun 9.000 di antara telah diaktifkan kembali,” papar dia lagi.

Gencarkan Digitalisasi

Dia mengungkapkan, saat ini digitalisasi layanan secara massif dilakukan BPJS Kesehatan.

Caranya, dengan mengajak 52 rumah sakit di wilayah kerja BPJS Cabang Makassar untuk memanfaatkan layanan digital karena memang sangat memudahkan memangkas waktu dan biaya.

“Layanan digital dapat memberikan kemudahan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Bahkan, mereka dapat menghemat waktu dan biaya, karena tidak harus berhadapan langsung dengan petugas,” paparnya.

Dirut Rumah Sakit (RS) Maryam Citra Medika, Rivai Ibrahim mengatakan, layanan digital gencar dilakukan sejak lama.

Hal tersebut membawa RS tipe D satu-satunya di luar Jawa menyandang dua kali penghargaan berturut-turut dari BPJS Kesehatan.

“Kami meraih predikat rumah sakit paling konsisten melayani peserta JKN-KIS karena memanfaatkan layanan digital,” tuturnya.

Kenaikan Tarif Mulai 2021

Dalam temu jurnalis tersebut, BPJS Kesehatan juga memastikan iuran kelas III akan naik mulai Januari 2021.

Kenaikan sebesar Rp 10 ribu tersebut sesuai Peraturan Presiden nomor 64 tahun 2020.

Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Makassar, Florinsye Tamonob pada menambahkan, kenaikan tersebut akibat dari berkurangnya subsidi pemerintah berdasarkan Peraturan Kementerian Keuangan Nomor 78 Tahun 2020.

Jika sebelumnya besaran subsidi senilai Rp16.500, kini berkurang menjadi Rp7000, sehingga kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini sebesar Rp9.500 per Januari 2021.

“Sebenarnya iuran BPJS Kesehatan tetap Rp42 ribu tetapi besaran subsidi yang berkurang. Sesuai Kemenkeu ada sharing subsidi di 2021 jadi kelas III itu memang akan naik dari Rp25.500 menjadi Rp35 ribu,” ungkap Florinsye.

Kenaikan iuran tersebut tidak berlaku untuk kelas lainnya. Iuran kelas I tetap sebesar Rp150 ribu dan kelas II Rp100 ribu. Sama dengan enam bulan terakhir.

Bagikan