Ini Makna Hari Perempuan Menurut Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid

Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid
Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid/ Instagram

Terkini.id, Nunukan – Hari perempuan sedunia yang diperingati tiap tanggal 8 Maret pasti punya makna yang berbeda-beda. Ada yang memaknainya sebagai sebuah penghormatan terhadap kaum perempuan bahkan ada yang memaknainya sebuah kemenangan gerakan perempuan dalam memperjuangkan hak-hak dan kesetaraan perempuan.

Perempuaan identik dengan perasaan dan peka terhadap situasi.

Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid mengungkapkan bahwa Hari Perempuan punya makna lebih dari sekadar perayaan.

“Perempuan jangan dipandang sebelah mata. Berikan ruang dan kesempatan maka mereka akan menunjukkan kemampuannya,” tegas Laura saat dihubungi redaksi terkini.id, Minggu 8 Maret 2020.

Saat ditanya soal bagamana dirinya melihat perempuan masa kini, Bupati perempuan termuda menjelaskan bahwa Alhamdulillah berkat dukungan pemerintah memberikan ruang kepada perempuan, kemajuan perempuan juga sangat signifikan bahkan kesuksesan di bidang apapun di negeri ini tidak terlepas dari peran dan campur tangan dari perempuan.

Menarik untuk Anda:

“Perempuan kini juga memiliki tempat untuk bisa bermanfaat tidak hanya pada keluarganya, namun selangkah lebih maju lagi, yaitu bisa bermanfaat untuk orang banyak melalui kariernya masing-masing,” bebernya.

Bupati perempuan pertama di Nunukan yang akan kembali maju pada Pilkada Nunukan 2020 tahun ini juga berpesan kepada perempuan agar terus berjuang dalam kehidupan dalam batas norma-norma yang positif.

“Dan yang paling penting perempuan harus dapat mengambil peranan dalam proses pembangun, apapun bidangnya harus dikerjakan secara profesional dan konsisten untuk mencapai kemajuan,” pungkasnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kerjanya Pungut Sampah, Pria Ini Bangun Perusahaan Rp 4 Triliun

Pernah Bangkrut, Kini Om Baldan Bangun Kembali Usahanya Lewat Galeridigital.com

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar