Ini Manfaat Diet Gula bagi Kesehatan Tubuh, tapi Jangan Salah Menerapkannya!

Terkini.id, JakartaIni manfaat diet gula bagi kesehatan tubuh, tapi jangan salah menerapkannya! Kesehatan adalah modal utama manusia. Hal ini sudah dimaklumi dan terbukti sejak lama sehingga setiap orang ingin selalu hidup sehat.

Salah satu cara menerapkan gaya hidup sehat adalah menjalani diet gula atau membatasi asupan gula tambahan untuk jangka waktu tertentu. Ini juga dinilai cukup efektif mengurangi berat badan.

Tak hanya menurunkan berat badan, ada banyak manfaat diet gula lainnya. Misalnya saja mengurangi risiko terkena penyakit kronis seperti obesitas, diabetes, masalah gigi, hingga jantung.

Menurut laporan National Institutes of Health (NIH), sebagian besar orang dewasa di Amerika Serikat (AS) gemar mengonsumsi gula tambahan yang berasal dari makanan dan minuman olahan.

Jumlah gula tambahan tersebut diperkirakan menyumbang 15 persen pada total kalori harian mereka. Jika dibiarkan maka risiko terkena penyakit berbahaya bisa menjadi lebih besar.

Oleh karena itu, membatasai konsumsi gula harian merupakan keniscayaan. Berdasarkan aturan, merujuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, batas konsumsi gula per hari adalah 10 persen dari total energi (200 Kkal).

Selain itu, konsumsi gula tersebut setara empat sendok makan per hari atau 50 gram per hari.

Sementara itu, untuk gula tambahan dari sirup atau makanan lainnya masih boleh dikonsumsi. Asalkan tidak lebih dari lima persen asupan energi total harian.

Dikutip dari Medical News Today via CNNIndonesia.com, Minggu 16 Januari 2022, melakukan diet gula untuk detoksifikasi tubuh atau sebagai proses awal gaya hidup sehat memiliki beragam khasiat.

Berikut faedah yang dapat dirasakan manfaatnya bagi tubuh di antaranya menurunkan berat badan. Di sini, gula bisa dikatakan sebagai karbohidrat sederhana yang menyumbang kalori tinggi apabila dikonsumsi berlebihan.

Sisa gula yang tidak terpakai di dalam tubuh kemudian disimpan sebagai lemak sehingga menyebabkan kenaikan berat badan.

Ketika asupan gula dibatasi, tubuh otomatis menggunakan cadangan lemak untuk dipecah menjadi energi yang membantu menurunkan berat badan.

Selain itu, diet gula juga mengurangi risiko kanker kulit. Artinya, manfaat diet gula juga berdampak baik pada kesehatan kulit supaya terhindar dari risiko kanker kulit, psoriasis, penuaan dini, sampai mudah berjerawat.

The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology 2014 menjelaskan, bahwa pola makan tidak sehat seperti terlalu berlemak serta tinggi gula dan garam, dapat memengaruhi kondisi kulit.

Menerapkan pola makan sehat seimbang serta membatasi asupan gula tambahan bisa mencegah terjadinya risiko penyakit kulit.

Di samping itu, diet gula juga mengurangi risiko penyakit kronis lainnya seperti obesitas, sindrom metabolik, diabetes, kolesterol tinggi, permasalahan gigi, tekanan darah tinggi hingga jantung yang merupakan penyakit reaktif akibat mengonsumsi gula berlebihan.

Oleh karena itu, dengan mengurangi jumlah gula risiko terkena penyakit kronis masih bisa dihindari. Namun, jangan khawatir akan kekurangan asupan gula sebab ada banyak makanan pengganti gula tambahan yang lebih aman, misalnya madu, buah-buahan dengan rasa manis alami atau beralih ke pemanis buatan lainnya yang aman.

Cara melakukan diet gula yang benar

Melakukan diet gula memang tidak bisa dihentikan begitu saja. Seseorang dapat mencoba cara sederhananya seperti mengurangi asupan gula secara perlahan

Hal terpenting yang harus diingat ketika mengubah pola makan lebih sehat adalah melakukannya secara bertahap tetapi konsisten.

Coba dengan menghindari permen manis atau minuman kemasan instan dan camilan tinggi gula lainnya. Kamudian, beralihlah ke buah-buahan atau yogurt.

Selain itu, selalu baca informasi nilai gizi seperti sukrosa, glukosa, dekstrosa, fruktosa, dan laktosa yang merupakan jenis gula tersembunyi. Jenis gula ini banyak digunakan pada makanan serta minuman kemasan.

Penting untuk selalu membaca informasi nilai gizi pada setiap label makanan dan minuman kemasan agar terhindar dari kalori kosong.

Berusaha menghindari karbohidrat sederhana

Diet gula juga merekomendasikan seseorang untuk tidak mengonsumsi karbohidrat sederhana. Jenisnya ada pasta, nasi putih, makanan dengan tepung terigu seperti gorengan atau kue-kue kering. Makanan dengan karbohidrat sederhana bisa menyebabkan lonjakan kadar gula darah.

Agar manfaat diet gula yang diterapkan berdampak baik dan tidak sia-sia, maka pastikanlah tetap fokus untuk mengonsumsi makanan utuh serta bernutrisi tinggi.

Misalnya, sayuran, buah, daging tanpa lemak, tahu tempe, ikan, biji-bijian, kacang, susu rendah lemak serta yogurt tanpa rasa dengan memperbanyak minum air putih.

Bagikan