Ini Syarat Maju Jalur Perseorangan di Pilwalkot Makassar

KPU Makassar
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar Farid Wajdi

Terkini.id — Jelang Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Makassar 2020 mendatang. Selain bakal calon maju melalui jalur dukungan partai politik. Kandidat juga dapat maju melalui jalur perseorangan atau non partai.

Ketua KPU Makassar, Farid Wajdi menjelaskan, untuk maju jalur partai politik, calon walikota wajib mengumpulkan dukungan dari partai politik minimal 20 persen atau 10 kursi di DPRD.

Sementara untuk jalur perseorangan kandidat wajib mengumpulkan 6,5 persen atau 65 ribu e-KTP dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT). Diprediksi di Pilwalkot tahun depan jumlah DPT di atas satu juta pemilih.

“Kalau DPT-nya di bawah satu juta pemilih, itu syarat jalur perseorangan itu 7,5 persen dukungan E-KTP. Kalau di atas satu juta itu 6,5 persen. Tapi kami prediksi kemungkinan DPT di atas satu juta,” kata Farid melalui sambungan telepon, Rabu 11 September 2019.

Lanjut Farid, berdasarkan PKPU nomor 15 tahun 2019, tentang tahapan, program, dan jadwal pemilihan kepala daerah tahun 2020.

Tahapan pencalonan dimulai dengan, penetapan jumlah minimum dukungan persyaratan dan persebaran pasangan calon perseorangan berdasarkan rekapitulasi DPT Pemilu atau pemilihan terakhir pada tanggal 25 November sampai 8 Desember 2019.

Penyerahan syarat dukungan pasangan calon walikota dan wakil walikota kepada KPU Kota pada tanggal 11 Desember 2019 sampai 5 Maret 2020.

“Bakal calon dapat mengumpulkan dokumen dukungan berupa surat pernyataan dukungan yang disebut formulir model B.1 KWK Perseorangan, disertai fotocopy KTP Elektronik,” tambahnya.

Setelah menyerahkan dokumen dukungan jalur perseorangan, KPU Makassar akan melakukan verifikasi jumlah dukungan yang disetor ke KPU.

Berita Terkait
Komentar
Terkini