Ini Tak Kalah Penting dari Corona, 13 Orang Meninggal Per Jam akibat TBC di RI

Terkini.id, Jakarta – Penyakit Tuberkulosis atau TBC juga harus menjadi perhatian besar di Indonesia. Angka penularannya juga sangat tinggi.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, Wiendra Waworuntu mengungkapkan, TBC (Tuberkulosis) merupakan penyakit serius. Bahkan, tercatat ada 13 orang meninggal per jam lantaran TBC di Indonesia.

“Beban TBC angka kematiannya cukup tinggi. Artinya, ada 13 orang meninggal per jam karena TBC,” ujar Wiendra dalam Talk Show Pengendalian TBC di Masa Pandemi, Selasa 7 Juli 2020.

Ketua Dewan Pembina Stop TBC Partnership Indonesia, Arifin Panigoro mengungkapkan hal yang sama. Dia menyebutkan, dalam setahun tercatat ada 100.000 orang Indonesia meninggal karena TBC.

“Ada 100.000 orang Indonesia meninggal per tahun karena TBC,” ucapnya.

Menarik untuk Anda:

Saat ini, Indonesia menduduki posisi ketiga dengan jumlah kasus TBC terbesar di dunia. Indonesia berada di bawah India dan China. Namun, menurut Arifin, jika membandingkan tingginya temuan kasus TBC dengan jumlah penduduk, Indonesia sebetulnya menduduki ranking satu di dunia.

“Indonesia kan penduduknya banyak. Ini kita sebelum ada covid sudah serius banget, belum lagi lebih kompleks yang putus obat tadi dan resisten,” kata dia.

Arifin melihat, atensi masyarakat hingga pemerintah sangat kecil terhadap TBC. TBC dianggap penyakit lama yang sudah selesai. Apalagi setelah Covid-19 masuk Indonesia, penanganan terhadap TBC semakin terabaikan.

“Sebetulnya, untuk Indonesia kasus ini serius banget. Kalau 100.000 orang per tahun, kalau dibanding-bandingkan dengan corona, corona nggk ada apa-apanya dari jumlah orang meninggal. Tapi karena lagi fokus ke Covid-19, jadi rada dilupakan saja dulu,” ucapnya mengakhiri.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kritik Rencana Pemerintah Buru Harta Karun, Tengku Zulkarnain: Mundur ke Zaman Dinasti Ming

Begini Kondisi Warga NU di Beirut Lebanon Pasca Ledakan Dahsyat

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar