Inilah suku primitif di Indonesia yang wanitanya mirip orang Eropa

Ilustrasi suku primitif di Indonesia yang wanitanya mirip orang Eropa. (foto/mingguanwanita.my)

Terkini.id, – Berbagai suku dan tradisi terdapat di Indonesia namun itulah yang membuat negeri tercinta kita ini kaya. Kaya akan perbedaan namun tetap menjadi satu dalam bingkai Pancasila.

Terlepas dari itu semua itu, suku-suku di Indonesia ternyata banyak yang tidak kita ketahui. Ada beberapa suku yang sangat misterius keberadaannya. Suku Lingon adalah salah satunya. Suku ini terkenal akan misterinya yang samar-samar namun mulai terkuak kebenarannya.

Dilansir dari anehdidunia, populasi suku tersebut hingga kini masih belum diketahui keberadaannya, bahkan disebut-sebut nyaris punah. Dahulu suku ini kerap mendapat ancaman dan gangguan dari suku pesisir yang hidup di pesisir pantai, di mana salah satunya adalah Suku Togutil.

Penduduk dari Suku Togutil sering kali mencoba menculik para gadis Suku Lingon yang terkenal cantik bak wanita Eropa. Secara fisik, suku Lingon ini bukan dari ras weddoid, melanesia, polinesia, maupun mongoloid seperti rata-rata penduduk di wilayah Halmahera maupun wilayah Asia Tenggara.

Ilustrasi Suku Lingon. (foto/plurk.com)

Suku Lingon ini memiliki postur tubuh tinggi, berkulit putih, berambut pirang dan bermata biru mirip orang Eropa. Berdasarkan ras suku ini masuk dalam ras kaukasoid, layaknya ras dari orang Eropa.

Pada dasarnya suku Lingon ini memiliki struktur fisik yang berbeda dengan masyarakat wilayah Asia Tenggara, meskipun beberapa juga ada yang berambut agak kehitaman.

Menurut beberapa sumber yang ada, salah satu asal usul suku Lingon ini adalah kemungkinan bermula dari sisa-sisa tentara portugis yang menghindar ke hutan sewaktu memasuki wilayah Maluku sebelum jaman kemerdekaan RI.

Ilustrasi Suku Lingon. (foto/populereka.com)

Banyak juga cerita yang mengatakan bahwa zaman dahulu, sekitar 300 tahun yang lalu, sebuah kapal dari daratan Eropa, karam dan tenggelam dekat perairan Pulau Halmahera.

Sekelompok penumpang kapal yang selamat, terdampar di pulau ini dan tidak bisa kembali ke negeri asalnya, hingga akhirnya mereka membangun pemukiman di tengah pedalaman hutan Halmahera Timur dan jadilah suatu kelompok yang disebut Lingon Tribe atau suku Lingon.

Ternyata di pulau tempat mereka terdampar sudah ada suku-suku lain yang mendiami pulau tersebut. Maka sempat terjadi konflik dengan suku-suku setempat.

Dengan persenjataan yang terbatas dan kalah dalam jumlah orang, mereka terdesak masuk ke pedalaman untuk menghindar dari gangguan suku setempat.

Ilustrasi Suku Lingon.(foto/radarpekanbaru.com)

Budaya asli mereka yang berawal dari Eropa ini mulai pudar dan berubah drastis setelah mereka menetap selama ratusan tahun di wilayah tersebut karena beradaptasi dengan budaya setempat yang nyaris primitif.

Dan sepertinya, keyakinan mereka juga beralih ke kepercayaan setempat, dengan mengamalkan segala hal berbau animisme dan dinamisme.

Hingga kini, keberadaan suku unik nan misterius ini masih merupakan misteri, apakah mereka masih ada atau sudah punah ataukah sudah membaur dengan peradaban modern.

Berita Terkait
Komentar
Terkini