Innalillahi, Kapten Gita Legendaris Phinisi Nusantara Tutup Usia

Capt Gita Arjakusuma/ ist
Mendiang Capt Gita Arjakusuma semasa hidupnya/ ist

Terkini.id,- Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Sang legendaris Perahu Phinisi Nusantara Kapten Gita Arjakusuma dikabarkan meninggal dunia.

Kabar duka itu pun sontak membuat masyarakat Indonesia terkhusus warga Bulukumba yang mendengarkannya berduka. Salah satunya Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto.

TSY mengunggah foto kenangan sang legendaris sang penyisir badai Samudera sedang berada di atas kemudi kapal.

Dalam deskripsi foto yang disebar lewat akun Facebook pribadinya itu, orang nomor dua di Bulukumba ini menerangkan bahwa Kapten Gita telah menghembuskan napas terakhirnya.

“Innalillahi wainnailaihi Raji’un. Kami menerima kabar duka atas kepulangan salah satu putra terbaik bangsa, Capt. Gita Arjakusuma, nahkoda pelayaran Perahu Tradisional Pinisi Nusantara melintasi Samudera Pasifik menuju Vancouver Canada pada tahun 1986,” tulis Tomy.

Baca juga:

Menurut orang nomor dua di daerah berjuluk Butta Panrita Lopi itu menilai Almarhum merupakan lelaki tangguh yang menjadi nahkoda pelayaran Perahu Tradisional Pinisi Nusantara melintasi Samudera Pasifik Menuju Vancouver Kanada pada tahun 1986.

“Almarhum berjasa mengangkat dan mengharumkan nama baik Bulukumba dan Indonesia di masa itu, membuktikan ketangguhan perahu kayu tradisional Pinisi, tegar dan tangguh menerjang gelombang Samudera berbulan lamanya,” tulisnya lagi.

Dikatakan juga bahwa dunia berdecak kagum bukan hanya kepada Sang Capt. Tapi seluruh pelaku budaya perahu di nusantara di masa itu hingga kini.

Itulah salah satu pelayaran terbesar dan disiarkan berbulan lama oleh media nasional dan internasional.

“Saya Tomy Satria Yulianto, mewakili pemerintah dan masyarakat Bulukumba, menyatakan duka mendalam atasnya. Semoga keluarga yang ditinggal diberi kesabaran oleh Yang Maha Kuasa. Dan Capt. Gita mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Yang Maha Agung,” tulis Tomy di akun sosial media pribadinya.

Diketahi juga bahwa Tmtahun 2016 adalah peringatan pelayaran Pinisi Nusantara yang ke 30 tahun di Tanah Beru. “Phinisi Nusantara, Pinisi Mendunia”

Rupanya, Tuhan menjadikan pertemuan dengan Sang Legenda Hidup Indonesia itu sebagai pertemuan terakhir.

“Selamat jalan Legenda Bahari Nusantara. Jasamu tak terbilang dan tak akan kami lupakan. Salam duka dari kami masyarakat Bulukumba. Tomy Satria,” terangnya.

Hingga berita ini disiarkan, Mantan Kapten KRI Dewa Ruci angkatan ke-14 diketahui meninggal dunia, Senin 18 Mei 2020 karena faktor usia.

Komentar

Rekomendasi

Senam di Kantor Akan Jadi Tatanan Baru Warga Kota Makassar

Begini Panduan New Normal dari Menkes, Atur Cara Pakai Helm hingga Transaksi

Sembilan Masjid di Kota Makassar Akan Laksanakan Salat Ied

Pertamina Mengaku Bertanggung Jawab Terhadap Tumpahan Minyak di Laut Makassar

Minyak Tumpah di Laut, DLH Makassar: Itu Ulah Pertamina

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar