Insentif Nakes Lelet Dibayar Pemda, Sri Mulyani: Segera Cairkan!

Terkini.id, Jakarta – Insentif nakes lelet dibayar pemda, Sri Mulyani: segera cairkan! Terkait insentif para tenaga kesehatan yang dianggap lelet atau lambat dibayar pemerintah daerah (Pemda), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati angkat suara. Ia meminta Pemda segera membayar insentif kepada tenaga kesehatan/medis (nakes).

Seperti diketahui, nakes di daerah masuk dalam administrasi daerah yang sumber pembayaran insentif nakesnya adalah dalam biaya operasi kesehatan (BOK) dan dana alokasi umum (DAU) maupun dana bagi hasil (DBH).

“Ini sekali lagi kami akan minta kepada daerah untuk segera melakukan pencairan, terutama insentif nakes. Apalagi dalam situasi kenaikan Covid-19 yang melonjak cukup besar,” tegas Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual APBN Kita, Rabu 21 Juli 2021.

Baca Juga: Nendang! Segini Loh Dana yang Dihabiskan Jokowi Tangani Corona 2020...

Bendahara negara ini mengakui, seperti dilansir dari kompascom, Rabu 21 Juli 2021, pembayaran insentif nakes yang ada dalam wewenang daerah masih sangat minim. Per 20 Juli 2021, pencairan insentif baru mencapai Rp 245,01 miliar kepada 50.849 nakes.

Sementara itu, realisasi insentif yang berasal dari DAU/DBH baru sekitar 21 persen dari anggaran Rp 8,1 triliun yang disiapkan. Realisasi Rp 1,79 triliun kepada 23.991 nakes.

Baca Juga: Dinkes Makassar Sebut Masih Banyak Nakes Belum Terima Vaksin Moderna

“Tentu masih sangat kecil dibanding tahun lalu, (insentif) nakes daerah (tahun lalu) 848.885 nakes. Yang dibayar sekarang baru 50.849 nakes, ditambah 23.991 nakes,” imbuh Sri Mulyani.

Adapun untuk nakes pusat yang berada dalam administrasi Kementerian Kesehatan, pihaknya sudah mencairkan Rp 3,18 triliun kepada 413.360 nakes. Namun, masih ada tunggakan Rp 1,48 triliun kepada 200.500 nakes.

Sementara untuk santunan kematian, pemerintah sudah membayar kepada 167 nakes yang meninggal dengan jumlah Rp 50,1 miliar.

Baca Juga: Sri Mulyani: Dunia Tak Kompak Hadapi Covid-19, Banyak Aspek Geopolitiknya!

“Untuk tahun 2020 yang lalu, pemerintah pusat sudah memberikan Rp 4,65 triliun untuk para dokter dan tenaga kesehatan yang diadministrasikan untuk tenaga kesehatan atau nakes pusat,” terang Sri Mulyani.

Sekadar diketahui, Sri Mulayani sendiri telah menambah insentif untuk tenaga medis (nakes) sebesar Rp 1,08 triliun. Totalnya menjadi Rp 18,4 triliun dari alokasi awal Rp 17,3 triliun.

Penambahan insentif diperlukan lantaran pemerintah bakal merekrut tiga ribu dokter non spesialis dan 20 ribu perawat untuk penanganan pandemi Covid-19. Dokter dan perawat tersebut akan ditempatkan di rumah sakit (RS) darurat.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menambah RS darurat, antara lain Asrama Haji Pondok Gede, Wisma Haji Surabaya, Wisma Haji Boyolali, asrama mahasiswa di Bandung, dan lain-lain.

Bagikan