Inspiratif, Dana Desa Sukses Mengubah Tempat Pembuangan Sampah Jadi Taman Bunga

Terkini.id, Rasau Jaya – Dana desa yang dikucurkan dalam jumlah besar ke sejumlah pemerintah desa punya manfaat besar jika dikelola orang yang tepat.

Salah satu kisah sukses maksimalisasi dana desa, misalnya ditunjukkan para pemuda Desa Rasau Jaya Tiga Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, yang menggunakan dana desa membangun destinasi wisata Taman Bunga Rajati (Rasau Jaya Tiga).

Kemunculan taman bunga berhasil meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Pengelola Rajati Flower Garden, Toni Kristianto, menjelaskan pembuatan taman dimulai seorang pemuda bernama Mujiono.

Berawal dari minimnya tempat wisata di sekitar tempat tinggalnya, Mujiono tergerak untuk membuat sebuah taman.

Mujiono menggandeng BUMDes Maju Jaya dan mengajak masyarakat mengubah lahan kosong di sekitar sungai menjadi lokasi wisata.

Walhasil Mujiono menyulap tempat pembuangan sampah (TPS) menjadi taman bunga.

“Pak Mujiono mengajak warga untuk membersihkannya dan menanaminya dengan bunga,” jelas Tony di Rajati flower garden, Kalimantan Barat, Sabtu, 27 juli 2019 seperti dilansir dari medcom id.

Dia mengungkap mendapat kucuran dana desa sebesar Rp75 juta pada 2017 dan 2018 untuk modal membangun taman bunga. Dana tersebut dipakai untuk menanam bibit bunga, memperbaiki jalan menuju lokasi, membuat spot foto, dan mendirikan tenda tempat makan.

“Bunga yang ditanam di antaranya bunga Matahari, Melati, Krisan, kertas serta tanaman hias, ujarnya.

Taman Bunga Rajati resmi dibuka untuk wisata pada akhir 2018. Luas taman sekitar satu hektare dan berada di pinggir sungai.

Pengelola menyediakan perahu bebek yang bisa dipakai untuk menyusuri sungai dengan membayar Rp10 ribu per orang. Sejumlah wahana bermain dan spot swafoto disediakan.

“Pengunjung rata-rata 500 sampai seribu orang per hari. Itu biasanya paling ramai saat Agustus karenat bunga banyak bermekaran,” ungkap Tony.

Pengunjung bisa menikmati keindahan bunga dengan cuma-cuma. Hanya wisatawan dipungut biaya parkir senilai, Rp10 ribu untuk mobil dan Rp5.000 untuk motor.

Taman Rajati mendatangkan pemasukan hingga Rp98 juta per bulan. Pendapatan itu masuk ke BUMDes dan dibagi ke masyarakat sekitar juga kantor desa.

Camat Rasau Jaya, Suharsono, 56, mengatakan kehadiran taman bunga meningkatkan perekonomian masyarakat. Lapangan pekerjaan baru banyak terbuka, sehingga menekan pengangguran.

“Rata-rata anak muda yang kerja di sini bisa digaji Rp2 juta hingga Rp3 juta per bulan. Belum lagi pendapatan dari parkir yang dibagi ke masyarakat setempat,” kata Suharsono.

Taman Bunga Rajati Desa Rasau mendapatkan kucuran dana desa sekitar Rp 150 juta tahun ini. Dana digunakan mempercantik dan memperluas taman bunga.

Berita Terkait