Internal BPH PMII Makassar Pro-Kontra UIN di Lepas, PMII Tala’salapang Angkat Bicara

Terkini.id, Makassar- Keputusan hasil rapat pleno BPH PMII Cabang Makassar terkait  status dilepaskannya Komisariat UIN Alauddin Makassar Cabang Makassar, itu menua pro-kontra  di internal BPH Cabang Makassar itu sendiri.

Pasalnya, beberapa BPH Cabang Makassar  yang tidak mengikuti rapat pleno tersebut yang dilaksanakan Jum’at,21 Juni 2019. Itu di minta bertanda tangan.

BPH yang dimaksud salah satunya sahabat  Muhammad Fajri Bendahara ll Cabang Makassar dari Komisariat Tala’salapang.

Baca Juga: Hakim Vonis Gaga Muhammad 4,5 Tahun, Kakak Laura Anna: Terima...

“Saya di suruh bertanda tangan di selembaran kertas, saat saya hadiri rapat proker di Sekretariat Cabang Makassar, Rabu 25 Juni 2019,” ujar Fajri

“Ini ada yang mau ditandatangani absen rapat,” (Menirukan kata-kata salah satu PC.PMII Makassar).

Baca Juga: Masyarakat Sunda Suarakan Tanggapan Soal Arteria Dahlan: Pernyataan Arteria Tunjukkan...

“Saya pun langsung tanda tangani tanpa saya baca lagi, saya kira itu absen rapat proker yang harus ditandatangani, ternyata hasil rapat pleno BPH,” tegas Fajri.

Ketua Komisariat Tala’salapang sahabat Putra pun angkat bicara, dia mengatakan kejadian tersebut disayangkan, karena terkesan menjebak BPH yang tidak hadir rapat pleno, seolah-olah ada paksaan untuk bertanda tangan, ucapnya.

“Kami dari Komisariat Tala’salapang menyoal dengan adanya keputusan Cabang mengeluarkan PMII Komisariat UIN Alauddin Makassar, bahwa PC. PMII Makassar salah tafsir terhadap aturan organisasi sehingga keputusan tersebut dinilai merugikan PMII UIN Alauddin Makassar, dengan hal ini kami secara struktural organisasi Komisariat Tala’salapang beserta Rayon Asy’ari, Rayon Pertanian dan Rayon Ekonomi, mengusulkan dan bahkan siap memfasilitasi dialog terbuka antara PC. PMII Makassar beserta Komisariat dan Rayon sejajaran PMII Cabang Makassar,” tegas Putra.

Bagikan