Intip Dampak Covid-19 yang Dialami Pilot dan Pengusaha Batik

Dampak Covid-19
Dialog produktif dengan teman vaksin harapan kembali produktif yang dilaksanakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Rabu, 2 Desember 2020/Syarief

Terkini.id, Jakarta – Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) yang dibentuk dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 serta pemulihan perekonomian dan transformasi ekonomi nasional. 

Prioritas KPCPEN secara berurutan adalah Indonesia Sehat, mewujudkan rakyat aman dari Covid-19 dan reformasi pelayanan kesehatan, Indonesia Bekerja, mewujudkan pemberdayaan dan percepatan penyerapan tenaga kerja, dan Indonesia Tumbuh, mewujudkan pemulihan dan transformasi ekonomi nasional.

Dimana dalam pelaksanaannya, KPCPEN dibantu oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional.

Untuk menyampaikan perkembangan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi kepada masyarakat, KPCPEN terus melakukan dialog produktif dengan stakeholder dan pemangku kepentingan terkait perkembangan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi, seperti yang dilaksanakan, Rabu, 2 Desember 2020 dengan teman vaksin harapan kembali produktif.

Pandemi Covid-19 berdampak tidak hanya bagi kesehatan, namun juga bagi ekonomi dan sosial. 

Menarik untuk Anda:

Sejumlah masyarakat menghadapi tantangan hidup dari kehilangan separuh penghasilan, kehilangan pekerjaan, sampai harus beralih profesi untuk bertahan hidup.

Priscilla Renny, Pengusaha Batik asal Lasem, Jawa Tengah, mengaku, Sarung Batik Tiga Negeri yang jadi komoditas andalannya pada momen Lebaran mengalami penurunan penjualan yang tajam.

“Mungkin penurunan pendapatan kami mencapai 70 persen. Tapi hingga kini, yang saya lakukan tetap bertahan meski berjalan sedikit demi sedikit,” ungkap Priscilla Renny.

Di tengah pandemi ini, dia ikut memotivasi para pengusaha batik di Lasem untuk ramai-ramai berjualan secara online. Transformasi ekonomi ini belum begitu dilirik para pengusaha sebelum pandemi Covid-19. 

“Kebetulan kemarin dari pihak Pemerintah Kabupaten setempat memberikan pelatihan untuk jual beli online. Untuk saat ini jual beli online yang membantu kami untuk melakukan penjualan produk batik Lasem,” kata Priscilla Renny.

Sebelum menjajal berjualan di platform digital, Priscilla Renny mengakui pemasarannya hanya dilakukan dari mulut ke mulut.

“Terkadang, ia juga memasarkannya secara langsung melalui pesan ponsel. “Dengan berjualan online, arus keuangan usaha sedikit demi sedikit mulai pulih,” bebernya. 

“Untuk penjualan tiap bulan sudah ada peningkatan. Meski belum normal seperti dulu. Sekarang minimal penjualan sudah ada,” terangnya.

Meski mulai terbiasa dengan tranformasi digital, pengusaha seperti Priscilla Renny menaruh harapan pada kedatangan vaksin, agar kegiatan ekonomi kembali pulih.

“Saya sangat mendukung sekali program pengadaan vaksin ini. Saya yakin pak Jokowi akan segera memberikan vaksin untuk kami semuanya,” terangnya.

Kisah serupa juga dialami Pilot Maskapai Penerbangan Nasional, Aditya Santosa, ikut terdampak pandemi Covid-19 dan mencoba peruntungan baru lewat bisnis jual beli online.

“Mulai Maret 2020, industri penerbangan mulai terdampak. Mulai ada yang namanya pengurangan jadwal dan larangan terbang ke negara-negara tertentu. Efeknya sangat terasa sekali untuk saya, yang biasa dalam sebulan bisa terbang 4-5 kali, sekarang mungkin hanya bisa 3 sekali,” jelas Aditya Santosa.

Terkait dengan pendapatannya, Aditya Santosa, mengaku berkurang 30 persen.

“Untuk pilot pendapatan kami dipotong 30 persen dari maskapai, dan dengan berkurangnya jam terbang, berkurang juga uang terbang kami. Ini sangat terasa bagi kru udara seperti saya,” ungkap Aditya.

Dengan berkurangnya jadwal penerbangan, Aditya Santosa, memanfaatkan waktu luang dengan mulai mencoba bisnis online guna menambah pendapatannya yang kini berkurang. 

“Saya mulai mencoba berwirausaha, mulai jualan online dan belajar berjualan dari teman saya. Puji Tuhan lumayan, ada hasilnya. Karena banyak waktu luang, jarang terbang, saya bisa investasi waktu saya ke hal lain,” tutup Aditya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Eko Kuntadhi: Pandji Pragiwaksono Pendukung Anies, Makanya Dia Bela FPI

Momen Bencana, Akun Twitter SBY Bagikan Foto-foto Saat Tidur di Tenda

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar