Masuk

Intip Lagi Pesona di Balik Keindahan Maldives yang Mendunia

Komentar

Terkini.id, Makassar – Maldives adalah sebuah negara kepulauan yang terdiri dari kumpulan atol di Samudra Hindia. Maldives terletak di sebelah selatan-barat daya India, sekitar 700 km sebelah barat daya Sri Lanka. 

Negara ini memiliki 26 atol yang terbagi menjadi 20 atol administratif dan 1 kota dan negara ini juga di kenal dengan keindahan alamnya. Sedikitnya 900 ribu turis mendatangi Maldives setiap tahun.

Namun, Maldives diprediksi tenggelam 78 tahun lagi , Penyebabnya tak lain karena dampak dari perubahan iklim,seperti di lansir CNN Indonesia.

Baca Juga: Sulsel Masuk Lima Besar Pariwisata Terbaik Nasional

Sebanyak 80 persen Kepulauan Maldives berada kurang dari satu meter di atas permukaan laut. Di sisi lain, kenaikan permukaan laut diproyeksikan hingga di atas satu meter pada akhir abad ini.

Hal itu membuat hampir seluruh pulau di Maldives dapat sepenuhnya tenggelam. Bahkan, sebenarnya setiap tahun, lebih dari 90 persen pulau di Maldives mengalami banjir.

Berdasarkan Guinness World Record, Maldives adalah negara terendah dan paling datar di dunia, dengan ketinggian maksimum mencapai 2,4 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Baca Juga: Ramah Kantong, Intip 3 Destinasi Wisata di Kabupaten Bone yang Wajib Dikunjungi

Maldives sendiri total memiliki 1.190 pulau. Pulau-pulau itu pula yang menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Maldives. Pemanasan global dan perubahan iklim menjadi masalah nyata yang dihadapi Maldives.

Negara yang penduduknya mayoritas muslim ini punya pemandangan laut dan pantai yang menakjubkan. Sektor pariwisata merupakan sumber devisa bagi Maldives.

“Pendapatan dan pasokan pangan kami tergantung bagaimana kami bisa menyelesaikan kerentanan kami pada hari ini. Masa depan negara, warga, dan budaya kami tergantung pada aksi yang kami lakukan hari ini,” kata Menteri Lingkungan, Perubahan Iklim, dan Teknologi Maldives, Aminath Shauna tahun lalu.

Maldives terus berupaya meminimalisasi dampak perubahan lingkungan, salah satunya dengan pemberdayaan lingkungan pesisir. Tapi, Shauna terang-terangan meminta seluruh pemimpin dunia menjalankan program yang sama demi mengurangi dampak perubahan iklim.

Baca Juga: Dorong Kemandirian Desa Melalui Wisata, Upaya Tingkatkan PAD Sulsel

“Kami butuh setiap orang dan pemerintahan di dunia untuk sadar akan perubahan iklim ini. Target ambisius dibutuhkan secara segera untuk membantu negara-negara kepulauan kecil seperti Maldives,” ucap Shauna.

Sementara itu, tiga besar negara yang dianggap paling menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim menurut Center for Climate and Energy Solutions adalah China, Amerika Serikat, dan India.

Penulis: Herman Safaat