Ipda Auzar, polisi yang dibunuh teroris adalah muazin dan dua tahun lagi pensiun

Ipda Auzar (istimewa)
Ipda Auzar (istimewa)

Terkini.id, Riau – Anggota polisi, Ipda Auzar yang gugur karena ditabrak oleh teroris di halaman Mapolda Riau, Rabu 16 Mei 2018, ternyata adalah seorang muslim yang taat.

Selain Ipda Auzar, salah seorang anggota Provost juga sempat terkena

Kejadian penyerangan oleh teroris itu sempat terekam dalam sebuah video amatir berdurasi 1 menit. Dalam kejadian yang terjadi pukul 09.00 WITA tersebut, terlihat Ipda Auzar masih sempat berjalan menyelamatkan diri.

Dalam video itu, Ipda berjalan tertatih-taih dengan leher yang berdarah masuk ke dalam kantor polisi. Terdengar juga anggota polisi yang berteriak memanggil medis.

“Masuk pak… medis.. medis…” jelas suara tersebut.

Ipda Auzar diketahui sering menjadi imam salat di masjid, dan menjadi muazin.

Radio Erje Pekanbaru mengabarkan, Ipda Auzar adalah jamaah di Masjid Umar bin Khottob Pekanbaru.

Saat kejadian tersebut, Inspektur Polisi (Ipda) Auzar ditabrak karena menghadang pelaku teroris, sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Riau, kemudian menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 10.00 waktu setempat.

Baca :Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Bone dan Luwu Timur

Auzar sebenarnya pensiun dari kepolisian dua tahun lalu. Dia adalah anggota kepolisian yang bertugas di Ditlantas Polda Riau, dan bekerja di Subdit Registrasi dan Indentifikasi. Auzar lahir di Tanjuang Alam, 9 November 1962.

Informasi dihimpun terkini.id, ada empat terduga teroris yang tewas. Sementara, diduga masih ada empat orang lainnya yang kabur.