IPI sebut penantang Iksan-Paris dinilai terlalu percaya diri

Dialog publik “Menakar Kekuatan Petahanan di Pilkada Jeneponto” di Warkop 212 Makassar, Sabtu 20 Januari 2018. Menghadirkan pembicara seperti, Arkam Azikin (Unismu), Suwadi Idris Amir (IPI) dan Arief Wicaksono (Unibos). /Nasruddin

TERKINI.id — Lembaga survei PT Pedoman Suara Indonesia membeberkan hasil survei Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Jeneponto pada dialog publik “Menakar Kekuatan Petahanan di Pilkada Jeneponto” di Warkop 212 Makassar, Sabtu 20 Januari 2018.

Metologi tersebut diambil pada 11-16 Desember 2017 dengan wawancara, jumlah sampel sebanyak 600 responden dipilih secara metode multistage ramdom sampling. Diperkirakan margin of error sebesar 14 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Elektabilitas PT Pedoman Suara Indonesia menunjukkan, petahana Iksan Iskandar memiliki dukungan tertinggi sebesar 45,4 persen, diikuti oleh Mulyadi Mustamun sebesar 18 persen, Muh Syarif 9,7 persen, Paris Yasir 6,8 persen, Baharuddin Baso 4,3 persen, Kasmin Makkamula 1,7 persen, Isnad Ibrahim 1,7 persen, Andi Tahalfasni 0,8 persen dan tidak menjawab 10,9 persen.

Selain itu, Simulasi 4 pasangan menunjukkan pasangan Iksan Iskandar-Paris Yasir (Iksan-Paris) paling tertinggi dengan dukungan 52,4 persen, diikuti oleh Mulyadi Mustamul-Kasmin Makkamula 20,2 persen, Muh Syarif-Tahalfasni 10,4 persen, Naharuddin Baso-Isnad Ibrahim 5,2 persen dan tidak menjawab 11,9 persen.

Direktur Indeks Political Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir menanggapi, tiga penantang pertahana Iksan Iskandar dinilai terlalu percaya diri, apalagi berdasarkan hasil survei simulasi 4 pasangan calon pasangan Iksan Iskandar-Paris Yasin menunjukkan tertinggi sebanyak 52,4 persen.

Sementara rivalnya Mulyadi Mustamul-Kasmin Makkamula memperoleh 20,2 persen atau selili 32,2 persen dari Iksan-Paris.

“Seharusnya orang-orang terdekatnya seperti wakil bupati, sekda dan ketua DPRD mendukung petahana, tetapi faktanya mereka justru melawan. Tetapi posisi inkamben masih tertinggi dari lawannya,” ujar Suwadi.

Sementara itu, Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah, Dr Arqam Azikin menanggapi, hasil survei PT Pedoman Suara Indonesia masih memungkinkan untuk berubah.

Menurutnya, peluang pergeseran dukungan masih bisa terjadi termasuk jika Iksan dan Mulyadi sudah mundur dari jabatannya sebagai bupati wakil bupati dan ditunjuk pelaksana tugas.

Selain itu, Pilkada Jeneponto sangat erat dengan Pilgub Sulsel, rendahnya survei Mulyadi bisa jadi karena calon gubernur belum ada yang fokus di Mulyadi-Kasmin.

“Begitu adanya kandidat Pilgub mendukung Mulyadi maka bisa dipasrikan elektabilitasnya naik,” ujarnya.

Komentar

Rekomendasi

Demokrat Sulsel Tak Ingin Buru-Buru Tentukan Usungan di Pilkada

NasDem Isyaratkan Paket Basli-Ady di Pilkada Selayar

Dibuka Bupati Jeneponto, 45 Tim Adu Strategi di Turnamen Futsal PB HPMT

Kantor DPD Demokrat Sulsel Buka pendaftaran Calon Kepala Daerah

Anggota DPRD Jeneponto Bantu Korban Kebakaran di Takalar

Didemo karena Diduga Salah Gunakan Wewenang, Ini Kata Kepala Kemenag Jeneponto

Minta Dana Indonesia Pintar, Orang Tua Siswa Segel Madrasah di Jeneponto

Anggota Bamus Salah Gunakan Surat Keterangan Sakit, FKMJ Bakal Lapor ke BK DPRD Jeneponto

Bawaslu Makassar Limpahkan Dugaan Pelanggaran None ke KASN

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar