IPMIL Luwu Raya minta polisi jerat Saleh pasal berlapis

Organisasi kemahasiswaan yang mengatasnamakan IPMIL Luwu Raya mendatangi Polres Gowa mendesak untuk memberikan hukuman berat kepada Saleh, pelaku pembunuhan sadis terhadap Rafika Hasanuddin/Herman Kambuna

GOWA – Gabungan organisasi kemahasiswaan mengatas namakan IPMIL Luwu Raya mengapresiasi pengungkapan kasus pembunuhan terhadap Rafika Hasanuddin (22) alumni Fakultas Farmasi Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar di perumahan Yusuf Bauty Garden, jalan Manggarupi Kelurahan Paccinongan, Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.

Ketua PB IPMIL Raya Noldi Bemba, mengatakan, mengapresiasi pihak kepolisian, dalam mengungkap pelaku pembunuhan sadis terhadap alumni UIT Makassar itu.

“Kami mengapresiasi kepolisian dalam mengungkap pelaku pembunuhan adik kami, Rafika Hasanuddin,” kata dia.

Menurutnya, organisasi kemahasiswaan Wija To Luwu, akan terus mengawal kasus pembunuhan Rafika sampai ke meja hijau. Selain itu, salah satu perwakilan mahasiswa, Adiyatma menegaskan agar pihak kepolisian menerapkan pasal berlapis kepada pembunuh Rafika Hasanuddin.

“Pembunuhan ini terbilang sadis, dan pelaku berusaha menutupi perbuatannya lewat rekayasa cerita yang sengaja dibuat-buat,” ungkapnya.

Ia meminta kepada penegak hukum, agar memberikan hukuman yang setimpal terhadap pelaku, Saleh (38). “Yakni hukuman mati atau hukuman seumur hidup,” tegas Adiyatma saat mendatangi Mapolres Gowa, pasca penetapan tersangka, Jumat dini hari.

Baca :Puntung rokok dan pisau dapur, benarkah bukti pembunuhan sadis Rafika?

Ia pun meminta pihak penyidik kepolisian bekerja secara transparan. Sehingga menurutnya, publik dan mahasiswa dapat mengetahui dengan jelas motif dan kronologis dibalik pembunuhan Rafika Hasanuddin.

Herman Kambuna