Isi Kuliah Umum Magister FISIP UB, BPIP Beri Penjelasan Soal Salam Pancasila

Kuliah umum
Prodi Magister FISIP Universitas Brawijaya Malang.

Terkini id, Malang – Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Dr. Hariyono menjadi pembicara dalam kuliah umjm Prodi Magister Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Brawijaya, Malang, Sabtu 7 Maret 2020 di Gedung Nuswantara FISIP.

Saat memberikan materi kuliah, Hariyono memaparkan nilai Pancasila di tengah distorsi informasi salam Pancasila.

Kuliah Umum Prodi Magister FISIP Universitas Brawijaya Malang

Menurutnya, pada era Digital saat ini sering ditemukan distorsi informasi karena yang membuat dualisme makna. Jika mengkritisi terkait Salam Pancasila yang pernah menjadi bahan pembicaraan publik, salam pancasila ini sebenarnya bukanlah dimaknai sempit. Tidak ada redaksional bahwa salam berbagai agama diganti dengan Salam Pancasila.

“Kita sebagai lembaga juga perlu salam, karena setiap aktvitas memiliki kekhasan. Kami tidak ada konotasi mengganti salam, ini jelas sebuah distorsi informasi. Karena sejatinya Pancasila adalah alat pemersatu bangsa bukan sebaliknya,” pungkasnya.

Haryono menambahkan, salam Pancasila adalah salam kebangsaan yang dilakukan dengan mengangkat lima jari di atas pundak dengan lengan tegak lurus.

Dalam hal ini, kata dia merupakan sebuah pesan 5 sila dalam Pancasila bukan monopoli negara atau lembaga saja, namun tanggungjawab semua masyarakat Indonesia untuk mengamalkan makna dari setiap sila dalam Pancasila.

“Pancasila adalah fondasi negara Indonesia sehingga penguatan nilai-nilai pancasila dikalangan masyarakat terutama akademisi harus benar-benar dilakukan. Informasi yang menyampaikan Salam Pancasila berlawanan dengan agama jelas tidak benar, itu merupakan argumen tanpa data atau hoaks. Sila pertama di Pancasila jelas Ketuhanan Yang Maha Esa,” beber pria asal kota Malang ini.

Disebutkan juga bahwa salam Pancasila sendiri diadopsi dari Salam Merdeka yang diperkenalkan Bung Karno melalui Maklumat Pemerintah 31 Agustus 1945 dan berlaku 1 September 1945.

Sementara pembicara lain, Dr. Antoni, k
Ketua Jurusan FISIP UB menjelaskan, komunikasi adalah elemen yang sangat dalam menyampaikan informasi.

Menurutnya, majian komunikasi Pancasila adalah hal yang sangat penting di era digital. Secara konvergen yang serempak adanya penggabungan media visual, suara bisa memediasi terkait distorsi informasi.

“Dalam rangka membumikan nilai-nilai Pancasila, kita harusnya tetap optimis bisa mengisinya melalui berbagai media di era digital ini. Media sebenarnya sangat Pancasila jika kita bisa menggunkanannya dengan baik seperti membagi informasi positif kepada masyarakat,” tegas dia.

Antoni juga berpesan agar masyarakat Indonesia khususnya akademisi, perlu menggali terkait nilai-nilai pancasila dalam paradigma ilmu. Kita perlu memberi perhatian kepada identitas bangsa Indonesia yaitu Pancasila.

“Ilmu Komunikasi memilih banyak kontribusi untuk membumikan Pancasila, namun dengan data yang jelas sebelum di sampaikan,” tutupnya.

Komentar

Rekomendasi

Berita Lainnya

BEM FSD UNM Salurkan Bantuan Sembako dan APD Untuk Mahasiswa dari Luar Makassar

1.569 Peserta SNMPTN 2020 Lulus di Unhas, Nama yang Lulus Diumumkan Hari Ini

Direktur Polbangtan Gowa Beri Bantuan Untuk THL dan Cleaning Service: Ini Amanah Mentan SYL

Pandemi COVID-19, Seluruh Aktifitas Akademik Dialihkan Ke Smartphone dan Notebook

Bahas Covid-19, Alumni LK2 HMI Korkom UMI Gelar Diskusi Online

Lewat Aplikasi Zoom, Mahasiswa UNM Ini Ujian Seminar Hasil Secara Online

Pantau WFH, Direktur Polbangtan Gowa Sampaikan Pesan Mentan SYL

Pertanian Tidak Berhenti, Petani Tana Toraja Tetap “Mangngarak Ta’nak Na Mantanan”

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar