ISMEI Minta Pertamina dan Pemerintah Telusuri Kelangkaan Gas Elpiji

Terkini,id Makassar-Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) meminta Pertamina dan pemerintah melakukan penelusuran dan pengawasan terkait kelangkaan Gas LPG 3 kg menjelang hari raya Idul Adha, pada Sabtu 10 Agustus 2019, Jalan Sultan Alauddin Kota makassar.

Pasalnya, kelangkaan gas LPG 3 kg masih melanda masyarakat di beberapa wilayah, khususnya di Sulawesi Selatan. Kelangkaan LPG 3 kg ini kerap berulang tiap tahun saat menjelang hari raya.

Pjs Unit Manager Communication dan CSR Pertamina MOR VII, Ahad Rahedi, mengatakan di banding dengan hari biasa, konsumsi LPG 3 kg diprediksi meningkat hingga 22.143 metric ton perhari.

Jumlah itu setara 7,38 juta lebih tabung 3 kg, dari rerata konsumsi harian normal sebesar 21 ribu metric ton atau setara 7 juta tabung 3 kg.

Sehingga, mengantisipasi adanya lonjakan konsumsi, Pertamina meningkatkan pasokan LPG.

“Oleh karena itu kami meminta kepada Pertamina melakukan konferensi pers terkait Kelangkaan gas LPG di sejumlah daerah di Sulsel dalam rangka untuk meredam kondisi pasar yang saat ini sedang kurang stabil serta menulusuri kembali alur pendistribusian gas LPG 3 kg,” kata dia.

Ia menilai meskipun Pertamina menambah stok namun tetap saja belum mampu mengatasi kelangkaan tabung Gas LPG 3 kg.

Selain itu, ia menyebut dibutuhkan pengawasan pemerintah untuk memperketat pengawasan dan melakukan operasi di pasar.

“Jangan sampai ada oknum yang memainkan harga dengan kelangkaan tabung gas LPG 3kg, yang membuat konsumen rela mengeluarkan uang berapapun untuk mendapatkan tabung gas LPG 3 kg untuk kebutuhan Rumah Tangga,” ungkapnya.

Ia menduga kelangkaan ini disebabkan beberapa hal. Pertama, bisa jadi jumlah konsumsi yang meningkat, jadi tidak sesuai dengan forces yang dilakukan oleh pertamina.

Kedua, bisa jadi juga ada oknum yang coba lakukan black market, menahan pendistribusian gas, sehingga harga bisa dimainkan.

“Ini yang perlu diantisipasi, karena konsumen
sudah was-was dengan kelangkaan gas LPG, Jadi agen atau pengecer akan leluasa mainkan harga di pasar,” ujar Wahyu.