Jalur Kereta Api Penyebab Banjir di Barru, DPR RI Minta Pasang Box Culvert

Tangkapan video warga terkait jalan lumpuh yang tidak bisa dilewati warga saat banjir Barru, Jumat 28 Desember 2018.(ist)
Tangkapan video warga terkait jalan lumpuh yang tidak bisa dilewati warga saat banjir Barru, Jumat 28 Desember 2018.(ist)

Terkini.id, Makassar – Pembangunan jalur Makassar-Parepare diketahui berimbas pada masalah lingkungan.
Pembangunan rel kereta api tersebut diyakini menjadi penyebab banjir di Kabupaten Barru, yang merendam sejumlah rumah dan lahan pertanian, hingga menyebabkan kerugian hingga Rp 13 miliar pada akhir 2018 silam.

Anggota Komisi V DPR RI Hamka B Kady, mengungkapkan, pemerintah perlu secapatnya merehabilitasi jalan nasional di sepanjang jalan Makassar-Barru tersebut.

“Rehabilitasi jalan menggunakan beton (rigid) ini paling tidak butuh waktu sebulan untuk pengeringan. Ini perlu diantisipasi agar saat liburan Hari Raya Idul Fitri diharapkan semua perbaikan bisa selesai,” tandas Hamka seperti dilansir dari tayangan tv parlemen.

Saat banjir di Barru akhir desember lalu, diketahui air dari hulu mengalir deras, namun tidak mendapat saluran yang baik.

Untuk itu, Hamka B Kady mengungkapkan, selain memperbanyak saluran air, perlu juga dipasangi box culvert untuk menampung banjir.

“Perlu dipasangi box culvert untuk menampung air ini. Selain itu, kita minta Diektorat Pengairan PUPR untuk membuatkan jalur air supaya tidak terjadi abrasi,” katanya.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ibnu Munzir (F-Golkar) pun mendorong Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan segera berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperbanyak bukaan saluran air di sepanjang jalur KA.

“Kemungkinan adanya saluran air yang sempit namun ternyata arus airnya besar tentu ini perlu penanganan segera untuk meminimalisir dampak banjir. Atau ada juga yang debit airnya kecil tapi justru dibuat saluran airnya cukup besar,” kata Ibnu pada pertemuan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI dengan Bupati Barru Suardi Saleh, di Rumah Dinas Bupati dengan dihadiri seluruh mitra kerja Komisi V DPR RI, Senin 1 April 2019 lalu.

Anggota Komisi V DPR RI Ridwan Bae mendorong Ditjen Perkeretaapian agar lebih baik lagi dalam proses perencanaan terkait pembangunan jalur KA, sehingga tidak memunculkan masalah baru terkait lingkungan berupa banjir bandang.

Menurut dia, perlu kerja cepat para pemangku kepentingan untuk melakukan terobosan pembuatan gorong-gorong di sepanjang jalur KA Makassar – Parepare agar kasus banjir bandang tidak terulang kembali.

Legislator Partai Golkar ini berharap ada kerja sama para pemangku kepentingan dalam hal ini Ditjen Perkeretaapian Kemnehub dan Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam menanggulangi masalah kekurangan saluran air dan gorong-gorong sebagai solusi meminimalisir terjadinya banjir akibat pembangunan jalur KA.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Barru Suardi Saleh menduga, salah satu penyebab banjir besar yang melanda Barru pada akhir Desember 2018 silam adalah proyek pembangunan rel KA.

Ia menjelaskan, tak adanya saluran air dari di sekitar jalur kereta api membuat air dari arah pegunungan yang berada di sepanjang timur Barru mengalir ke sungai dan membuat sungai meluap.
Menurutnya, potensi banjir besar akibat proyek rel KA di Barru sudah terlihat sejak tahun lalu.

Ia juga memberi masukan terkait jalur di bawah rel KA atau underpass.
Menurutnya underpass yang dibangun saat ini tidak layak karena menjadi kubangan air setiap hujan.

“Agar bencana serupa tak lagi terjadi ditahun-tahun mendatang, mohon membuat kajian tentang hal ini. Karena air yang massif dari gunung tertahan oleh rel KA. Posisi kita bukan menolak kebijakan nasional, tapi memberi masukan agar tak memberi ekses negatif kepada warga,” pungkasnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Barru

Bupati Barru Hadiri Salomoni Mappadendang Pesta Panen

Terkini.id,Barru - Pelaksanaan Salomoni Mappadendang yang dilaksanakan Masyarakat Dusun Salomoni, Desa Lipukasi, Kecamatan Tanete Rialu, Kabupaten Barru, dilaksanakan dalam rangka pesta panen masyarakat Salomoni,