Jangan kagum dulu dengan Arab Saudi, 7 fakta ini justru menunjukkan sebaliknya

alaraby.co.uk

Terkini.id – Banyak masyarakat Indonesia yang mengkritik kinerja pemerintahan negeri ini yang dinilai bobrok dan diskriminatif.

Lalu, membandingkan dengan Arab Saudi yang dinilai aman dan damai. Pemerintah Arab misalnya, melindungi ulama. Berbeda dengan Indonesia yang mengkriminalisasi ulama.

Selain itu, negeri di Timur Tengah itu juga menerapkan syariat Islam dengan baik, seperti laki-laki wajib berjubah dan berjenggot, dan wanita wajib berjilbab besar atau bercadar.

Dihimpun dari berbagai sumber, terkini.id mencatat bereberapa fakta masyarakat dan pemerintahan di Arab Saudi sebenarnya tidak lebih baik dari Indonesia.

1. Khatib dipaksa turun dari mimbar

Seorang khatib di Jeddah, Arab Saudi, diturunkan paksa dari mimbar lantaran isi khutbahnya mengkritik kebijakan pemerintah. Dalam video yang beredar, khatib tersebut diseret turun dari mimbar oleh polisi.

Ya, Arab Saudi memang melarang khatib berbicara tentang politik di masjid. Sanksinya berupa pemecatan.

Rasa-rasanya, dengan pemerintahan sekarang di Indonesia, belum ada khatib yang diturunkan paksa dari mimbar lantaran mengkritik kebijakan pemerintah.

2. Tidak adil terhadap korban pelecehan

alaraby.co.uk

Beberapa waktu terakhir, sedang marak aksi #MosqueMeToo yang disuarakan Sabica Khan asal Pakistan dan disambut dukungan Mona Eltahawy, wartawati Amerika Mesir.

Tagar ini merupakan bagian dari aksi demonstrasi untuk melawan kejahatan seksual di Arab Saudi terhadap jemaah yang menunaikan ibadah haji di tanah suci tersebut.

Pasalnya, korban perilaku seksual yang jumlahnya banyak, cenderung tidak mendapat keadilan. Malah justru disalahkan.

Seperti dikutip bbc.com, tagar #MosqueMeToo yang viral dalam beberapa hari belakangan ini menegaskan kekerasan seksual selama ibadah haji bukanlah dongeng tak bersumber.

Para peneliti dari berbagai negara pengirim jamaah bisa mengumpulkan pengalaman-pengalaman traumatik perempuan terkait kejahatan seksual yang dialaminya.

Para korban kekerasan seksual di Arab, cenderung dikaitkan dengan karma atau mitos. Bahwa orang yang mengalami pelecehan seks di Arab, itu akibat perilakunya yang buruk (termasuk melakukan pelecehan seks) saat di negaranya.

3. Tidak semua perempuan pakai hijab

Kamu mungkin sering melihat pemberitaan beberapa putri raja Kerajaan Arab Saudi yang justru tidak memakai hijab. Bahkan, mereka menggunakan pakaian yang casual, dan tanpa menutup rambutnya.

4. Kerja sama dengan Amerika-China

istimewa

Tidak dapat dipungkiri, pemerintah Arab justru banyak membangun kerja sama bilateral dengan negara-negara barat, khususnya Amerika. Arab Saudi juga malah membangun kerja sama dengan China.

Saat Presiden Amerika, Donald Trump berkunjung ke Arab Saudi, Mei 2017 lalu, tercipta kesepakatan perjanjian ekonomi dengan nilai sebesar USD150 miliar atau setara Rp1.999 triliun.

Demikian halnya saat Perdana Menteri China Zhang Gaoli mengunjungi Arab Saudi, Agustus 2017 lalu. China dan Arab Saudi setuju menandatangani kesepakatan dengan total nilai USD 70 miliar atau Rp 933 triliun.

5. Masyarakat hedon dan kebarat-baratan

Toko Adidas di Jeddah (youtube)

Sumanto Al Qurtuby, seorang Profesor asal Indonesia yang menjadi dosen di salah satu universitas di Arab Saudi, menceritakan pengamatannya selama hidup di negeri tersebut.

Menurut dia, negara-negara Arab, khususnya Teluk, justru  “sangat Barat” dan jelas-jelas pro-Amerika dan Inggris.

“Hampir semua produk Barat dari ecek-ecek (semacam restoran fast foods seperti Coca Cola, McD, dst) sampai yang berkelas dan bermerek untuk kalangan berduit, semua ada di kawasan ini (Arab),” jelasnya.

Dia menyebutkan, mal-mal megah dibangun di Mekkah untuk menampung produk-produk orang Barat tadi. Warga Arab juga menjadi konsumen setia, dan mereka juga hobi shopping.

7. Merendahkan bangsa Indonesia

Mungkin karena orang-orang di Indonesia kebanyakan ditemukan sebagai pembantu dan sopir taksi, Prof Sumanto Al Qurtuby mengaku orang Arab sering menganggapnya remeh karena belum tahu pekerjaannya. Bahkan dianggap rendahan.

Sementara, orang Arab cenderung hormat kepada orang-orang bule meski tak jelas dari mana asalnya, dan apa agamanya.

8. Bukan negara Islam

Meskipun menjadi kiblatnya umar Islam, percaya atau tidak, Arab Saudi bukan negara Islam apalagi negara khilafah. Ustaz kondan Felix Siau, menyebutkan, Arab Saudi bukan khilafah akan tetapi kerajaan.

Meskipun Saudi menyatakan negaranya berdasarkan Alquran dan Sunnah, namun dalam praktiknya dalam praktiknya, dekrit sang Raja-lah yang paling berkuasa dalam hukum di negara itu.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Health

Sembuhkan Sakit Flu dengan Obat Alami Ini

Terkini.id, - Memasuki bulan puasa, kondisi tubuh yang tidak terlalu fit mudah sekali terkena sakit flu. Tubuh menjadi tidak nyaman dan pekerjaanpun terganggu. Dalam