Jangan Mengguncang Bayi, Bisa Alami Abusive Head Trauma

Bahaya mengguncang bayi terlalu keras

Terkini.id, – Bayi yang rewel dan suka menangis , apa yang sering dilakukan oleh para ibu? Biasanya ibu akan mengayun atau mengguncang sang buah hati dengan tujuan menenangkan si bayi agar berhenti menangis atau membuatnya tertidur.

Mengayunkan bayi juga sering dilakukan ketika ingin membuat bayi senang dan tertawa. Rasanya bahagia sekali orang tua mendapati si bayi tertawa lucu.

Ternyata cara mengayunkan bayi apalagi terlalu keras dalam jangka waktu tertentu menjadi sesuatu yang membahayakan bagi sang bayi,

Dilansir dari klikdokter.com, menurut dr Sepriani Trimurtini Limbong, trauma cedera otak yang disebabkan guncangan hebat di kepala atau yang dikenal dengan shaken baby syndrome (SBS) atau lebih populer disebut abusive head trauma (AHT) bisa terjadi pada bayi yang sering mengalami guncangan ataui ayunan dalam waktu tertentu.

Shaken Baby Syndrome (SBS) atau Abusive Head Trauma (AHT)

Penyebab Bayi Alami Sindrom AHT
Sepriani mengatakan bahwa ketika bayi mengalami guncangan, otak mengalami pergeseran dan bisa membentur tulang tengkorak. Yang paling rawan terjadi adalah robekan saraf dan pembuluh darah yang mengakibatkan perdarahan otak.

Sindrom ini paling sering terjadi pada anak di bawah usia 2 tahun dimana ukuran kepala bayi masih cenderung lebih besar dibandingkan tubuhnya.

Ada beberapa faktor yang memengaruhi seberapa parah trauma AHT yang dialami. Misalnya dari kekuatan goncangan yang diberikan, durasi dan seberapa sering goncangan tersebut dilakukan.

Efek yang Terjadi dari AHT
Beberapa kasus yang parah, bayi dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tidak sadar, kejang dan shock. Namun dalam banyak kasus, bayi tidak dibawa keruma sakit karena tidak menunjukkan tanda-tanda yang serius.

Selain itu, beberapa bayi yang digoncang atau diayun-ayun dengan keras mengalami lesu, lekas marah, muntah, nafsu makan menurun, jarang tersenyum, susah bernafas dan kulitnya berwarna kebiruan karena kekurangan oksigen, ukuran pupil yang tidak sama, tidak bisa mengangkat kepala dan kesulitan untuk memfokuskan mata dan mengatur pergerakannya.

Sindrom atau trauma AHT ini tidak bisa disembuhkan bahkan 1 dari 4 kasus yang terjadi dapat menyebabkan kematian. Beberapa bayi yang selamat dari sindrom ini kemungkinan mengalami kebutaan sebagian atau seluruhnya, kehilangan pendengaran, pertumbuhan yang terlambat, kecerdasan yang kurang dan gangguan belajar dan berbicara, gangguan ingatan, keterlambatan pertumbuhan mental sampai dengan kerusakan bagian otak yang berfungsi untuk mengatur gerakan tubuh.

Dalam kasus ringan, bayi akan terlihat baik-baik saja setelah goncangan. Mereka menunjukkan gejala-gejala tertentu setelahnya. Gejalanya tidak langsung bisa diamati sampai mereka masuk sekolah dan mulai menunjukkan kelainan perilaku. Tentunya akan sangat sulit kalau kita harus menghubungkannya dengan AHT yang mereka alami sewaktu masih bayi karena memang rentang waktunya lumayan lama.

Nah, bagi orang tua atau keluarga yang memiliki bayi, harus diperhatikan karena ini masalah serius yang sering disepelekan. Setelah mengetahui hal ini jangan lakukan lagi pada bayi atau anak lain karena hal sepele ternyata berakibat sangat fatal.

Komentar
Terkini