Januari-Maret, Sulselbar Panen Padi 1.065.327 Ton

Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah Rapat Koordinasi (Rakor) Serap Gabah/Beras Petani (Sergap) Sulawesi Selatan dan Barat di Baruga Lappo Ase, Makassar, Kamis 7 Februari 2019. /Nasruddin

Terkini.id — Direktur Pengadaan Perum BULOG, Mayjen TNI (Purn) Bachtiar menyampaikan bahwa rencana panen padi pada bulan Januari-Maret khusus wilayah Sulsel dan Sulbar akan mencapai 1.065.327 ton.

Bulan Januari 13.849 hektar, Februari 92.932 hektar dan Maret 106.284 hektar. Target Pengadaan Divre Sulselbar untuk Triwulan Pertama 2019 sebanyak 224.423 ton.

Dia juga mengungkapkan melalui kebijakan Peraturan Gubernur (Pergub) bahwa minimal 10 persen dari total produksi padi pada wilayah kerja Provinsi Sulawesi Selatan untuk diserap oleh Perum BULOG.

“Bulog mempunyai peran mewujudkan ketahanan pangan dan Sulsel lumbung beras yang diandalkan di Indonesia. Kalau panen raya hasilnya bisa dua juta ton lebih,” ungkapnya pada Rapat Koordinasi (Rakor) Serap Gabah/Beras Petani (Sergap) Sulawesi Selatan dan Barat di Baruga Lappo Ase, Makassar, Kamis 7 Februari 2019.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah mengatakan bahwa beras menjadi tulang punggung kehidupan dan Sulsel penyangga pangan dan produksi beras lebih 6 juta ton.

“Kita memberikan makan di 27 provinsi di Indonesia. Kami ingin terus mendorong serapan Bulog lebih besar bukan hanya 10 atau 15 persen. Kuncinya kita sinergi,” ungkap Nurdi

Ia juga menyampaikan, di Sulsel masih memiliki potensi. Ada daerah yang belum dilirik adalah Luwu Raya. Tetapi orang Luwu Raya beli beras di Sidrap dan tantangan Bulog untuk membangun rice processing di Luwu Raya.

Tantangan yang ada saat ini petani kesulitan benih dan pupuk langkah, ini yang harus dibenahi, jika kebutuhan mereka bisa dipenuhi maka petani akan dapat diajak untuk bekerja sama.

“Untuk Sulsel juga akan melakukan upaya mengamankan stok periode Februari-Mei ada 500 ribu hektar akan dipanen 1 juta ton” sebutnya.

Data Stok per 5 Februari 2019 dari Bulog Divre Sulselbar Beras medium 20 persen atau memiliki butir patah atau beras pecah (broken) maksimal 20 persen sebanyak 68.985.213 Kg, beras komersial (15%) 2018 sebanyak 29.351.355 Kg, dan beras komersial (15%) 15.000 Kg.

Tujuan pengiriman ke NTT 48.000 Kg (premium 15% 2018), Kendari 2.000 ton (medium 20% 2018), Sulut 4.000 ton (medium 20% 2018). 200 ton (medium 15% 2018), Papua 26.500 ton (medium 20% 2018).

Untuk stok gula 19.531.790 kg, minyak goreng 35.132 liter, daging kerbau 87.875 kg, terigu 4.620 kg.

Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi, mengapresiasi sebagai wadah evaluasi sekaligus upaya khusus percepatan Sergap tahun 2019.

“Semoga forum ini kesepakatan agar mencapai target untuk wilayah Sulsel, Sulbar dan Sultra,” pungkasnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini