Jarang Pakai Masker dan Anggap Remeh Virus Covid-19, Kini Presiden Brasil Positif

Terkini.id, Brasil – Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, mengumumkan dirinya positif terkena Covid-19.

Ia mengatakan dirinya merasa tak enak badan pada hari Minggu, namun sekarang sudah merasa sehat lagi.

“Berawal dari hari Minggu dan bertambah buruk pada hari Senin, saya merasa lelah dan otot-otot terasa sakit. Suhu badan mencapai 38 derajat. Dokter kepresidenan mengatakan, ini adalah gejala Covid-19,” ujar Presiden Bolsonaro dikutip dari bbc, hari Selasa 7 Juli 2020.

“Kami pergi ke rumah sakit militer … [melakukan pemeriksaan dan hasilnya] paru-paru saya bersih, tak ada bercak, namun ada gejala-gejala penyakit [Covid-19],” tambahnya.

Usia Presiden Bolsonaro 65 tahun, dan termasuk golongan rentan.

Menarik untuk Anda:

Dalam berbagai kesempatan ia menyatakan bahwa risiko yang ditimbulkan dari Covid-19 sangat kecil.

Dia menganggapnya sebagai “flu ringan” pada awal pandemi.

Ia dikritik karena menghadiri banyak acara dalam beberapa bulan terakhir tanpa mengenakan masker atau mentaati aturan jaga jarak.

Akhir Juni lalu, seorang hakim memerintahkannya mengenakan masker ketika dia berada di ruang publik di ibu kota, Brasilia, dan distrik federal sekitarnya.

Wartawan Amerika Selatan BBC Katy Watson melihat bagaimana Bolsonaro menangani virus corona di Brasil.

Hingga Selasa (07/07), di Brasil, terdapat lebih dari 1,6 juta kasus yang dikonfirmasi dan lebih dari 65.000 kematian, menurut penghitungan Johns Hopkins University.

Dengan angka ini, Brasil tercatat sebagai negara dengan jumlah Covid-19 tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

Presiden Bolsonaro berulang kali tampil di depan umum tanpa masker saat menyapa para pendukungnya.

Pada satu unjuk rasa, ia terekam batuk tanpa menutupi mulutnya dan pada kesempatan lain ia terlihat bersin dan menutupnya dengan tangannya, lalu menjabat tangan seorang perempuan tua sesudahnya.

Persyaratan untuk mengenakan masker di distrik federal mulai berlaku pada 30 April.

Aturan itu diterapkan oleh gubernur distrik federal, Ibaneis Rocha, yang mengharuskan orang untuk menutupi hidung dan mulut mereka di semua ruang publik, termasuk transportasi umum, toko-toko dan tempat komersial dan industri.

Pada 11 Mei, aturan itu diperketat dengan mereka yang melanggar didenda 2.000 reais (Rp 5,4 juta) per hari.

Putusan Hakim Federal Renato Borelli mengharuskan Bolsonaro mengikuti aturan itu.

Ia dan pejabat publik lainnya yang tidak mematuhi persyaratan juga akan dikenai denda 2.000 reais.

Presiden Bolsonaro berpendapat sejak awal pandemi bahwa tindakan yang diambil untuk menekan penyebaran virus bisa lebih merusak daripada pandemi itu sendiri.

Pada hari Senin (22/06), ia memperbarui seruannya untuk mengurangi lockdown dan membuka kembali toko-toko dan bisnis.

Dia mengatakan bahwa cara penanganan pandemi itu “mungkin sedikit berlebihan”.

Bolsonaro mengatakan ekonomi harus diprioritaskan dan pernyataan itu dianggap memecah belah masyarakat.

Dia juga berselisih dengan gubernur negara bagian yang telah menerapkan aturan pembatasan pergerakan dan aturan untuk mengenakan masker di depan umum.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Di Tengah Duka Ledakan Beirut, Politikus Israel Malah Senang: Ini Hadiah Tuhan

Dahsyatnya Ledakan di Lebanon: Mirip Bom Hiroshima, 75 Tewas

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar