Jelajah Jala: Menganyam Masa Lalu dan Masa Depan di Benteng Rotterdam Makassar

Jelajah Jala: Menganyam Masa Lalu dan Masa Depan di Benteng Rotterdam Makassar

K
Kamsah

Penulis

Setiap sudut benteng seolah-olah bercerita. Di salah satu ruangan, pengunjung diajak menyusuri lorong waktu melalui instalasi video yang menampilkan dokumentasi sejarah Kota Makassar.

Di ruangan lain, karya-karya kontemporer berdampingan dengan artefak tradisional, menciptakan dialog menarik antara masa lalu dan masa kini.

“Bagi saya, FKSM 2024 adalah sebuah perayaan atas keberagaman budaya dan kreativitas di Indonesia,” ungkap salah seorang pengunjung.

Makassar, yang selama ini dikenal sebagai kota pelabuhan yang kaya akan sejarah, kini semakin memantapkan posisinya sebagai pusat kreativitas dan inovasi di Indonesia.

FKSM 2024 telah membuktikan bahwa seni dapat menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Baca Juga

Dengan semangat kolaborasi dan eksperimen, festival ini telah menginspirasi untuk terus menggali potensi diri dan berkontribusi dalam membangun dunia yang lebih baik.

Bagi siapa saja yang melangkah masuk, festival ini seperti undangan untuk mengarungi “jala” dari cerita dan teknologi, dari mitos dan kenyataan, menelusuri simpul-simpul yang menghubungkan dengan masa lalu, kini, dan masa depan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.