Jelang HUT Selayar, Gubernur Bakal Beri Kado Spesial Senilai Puluhan Miliar

Nurdin Abdullah
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah

Terkini.id, Bulukumba – Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA), akan memberikan kado spesial di Hari Ulang Tahun ke-413 Kabupaten Kepulauan Selayar pada 29 November 2018 mendatang.

Hal tersebut diungkapkannya pada saat membuka Raker Uunhas di Ballroom Same Resort Hotel di Pantai Bira, Bulukumba.

“Insya Allah di ulang tahun Selayar, kita akan memberikan kapal Feri senilai Rp31 miliar rupiah sebagai transportasi antar pulau di Selayar,” ujarnya.

Nurdin juga mengatakan bila kapal ini nantinya akan didesain lebih nyaman, safety dan manusiawi, sehingga penumpang akan merasa ingin berlama-lama di atas kapal.

Mantan Bupati Bantaeng dua periode ini meminta kepada Teknik Perkapalan Unhas  untuk melakukan sayembara desain kapal yang nyaman dan bagus.

“Teknik perkapalan Unhas bisa menyiapkan kapal Feri untuk saya jadikan kado ulang tahun kabupaten Selayar,” tuturnya.

Penyiapan kapal Feri dengan harga Rp31 miliar bukan tanpa alasan. Nurdin Abdullah mengaku Selayar memiliki potensi di sektor pariwisata seperti mutiara.

“Saat ini Selayar memiliki 130 pulau, dan baru 32 pulau yang berpenghuni. Hal ini bisa kita kembangkan,” katanya.

Nurdin membandingkan dengan Bali yang hanya memiliki satu pulau tapi berkembang hanya dari sektor pariwisatanya saja.

Dengan berkembangnya potensi wisata, kata NA, dapat mengurangi pengangguran, dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru karena banyaknya usaha yang dapat berkembang.

Sementara itu, Bupati Selayar, Basri Ali, yang dikonfirmasi mengaku bahagia atas respon baik Nurdin Abdullah.

“Tentu masyarakat Selayar sangat berterima  kasih atas perhatian pak Gubernur, karena ini merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. masyarakat Selayar tidak menyangka pak Gubernur Merespon dengan cepat. Terima kasih pak Gub,” jelas dia, Sabtu, 6 Oktober 2018.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Sulsel

Demokrat Sulsel Tolak Wacana KLB

Terkini.id -- Partai Demokrat Sulsel memastikan menolak wacana Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang diusulkan sejumlah senior partai.KLB pertama kali muncul menyusul