Jelang Lebaran, Harga Cabai Makin ‘Pedas’ di Jeneponto

Haja Saharia sedang melayani pembeli di lods penjualannya, Minggu, 2 Juni 2019

Terkini.id,Jeneponto – Tiga hari menjelang hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, harga cabai  di Pasar Sentral Karisa Kabupaten Jeneponto melonjak dua kali lipat dari harga normal, Minggu, 2 Juni 2019 kemarin.

Kenaikan harga cabai besar dan cabai keriting ini sudah mulai terjadi dalam beberapa hari tekahir. Sebelumnya, harga cabai besar hanya Rp 15.000 per kilogram dan cabai keriting hanya Rp 10 perkilogram.

Menurut sejumlah pedagang, kenaikan harga ini disebabkan stok dari agen maupun dari petani lokal berkurang.

“Harga cabai mulai naik semenjak empat hari yang lalu, harga jual sekarang naik dua kali lipat, itubkarena kita beli dari pemasok juga mahal,  apalagi kalau belinya dari petani lokal, itu malah lebih mahal lagi,” kata Haja Saharia (47), yang ditemui TERKINI.ID, di lods penjualan di Pasar Karisa Turatea Jeneponto.

Haja Saharia mengaku, cabai besar  yang dibeli dari pemasok seharga Rp 40  ribu per kilogramnya dan cabai keriting seharga 25 ribu  perkilogramnya.

Mahalnya harga cabai  dipengaruhi akibat cuaca sehingga berdampak pada hasil panen.

“Jadi kalau saya beli dari pemasok untuk cabai besar RP 40 ribu perkilogram jadi di jual Rp 50 perkilogram. Sedangkan untuk cabai keriting kami beli dari pemasok seharga 25 ribu, kami jual dengan harga Rp 30 ribu rupiah,” ungkap Haja Saharia.

Selain cabai, harga tomat dan kentang pun mengalami kenaikan, namun tidak begitu signifikan,” harga tomat juga naik, dari harga Rp 5000 naik menjadi RP 7000, tomat keriting  harganya normal, harga Kentang  dari 8 ribu naik menjadi 12 ribu,” tutur Haja Saharia.

Sedangkan harga kebutuhan dapur lainnya seperti wortel, kol, bawang merah masih normal.

Berita Terkait
Komentar
Terkini