Jelang Pilpres, Begini Seharusnya Pemimpin Menurut Sudirman Sulaiman

Andi Sudirman Sulaiman

Terkini.id, Makassar – Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menilai pemimpin itu harus punya karakter dan mengutamakan program kerja.

Ia mengatakan, pemimpin itu harus menjadi contoh, bukan memberi contoh, itu berbeda.

“Menjadi contoh berarti punya nilai continuitas, terus-menerus. Kalau memberi contoh hanya sekali lalu selesai. Besoknya belum tentu sama, tetapi kalau menjadi contoh sudah menjadi karakter dan kepribadian seorang pimpinan untuk mengutamakan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) sebagai harga mati di Indonesia ini,” ujar Andi Sudirman Sulaiman dalam acara Rakornas yang berlangsung di Hotel Claro, Selasa 12 Februari 2019.

Menurutnya, pada Pemilihan Presiden (Pilpres) ini, semuanya harus bersinergi, tidak mudah untuk dikotak-kotakkan.

Dengan demikian, mampu menciptakan iklim politik, membentuk kedewasaan dalam berpolitik.

Andi Sudirman mencontohkan, waktu sebagai calon kandidat untuk pemilihan Gubernur Sulsel, dirinya diserang Hoax, Black Campain, dan Fitnah.

“Kemarin waktu debat, belum turun dari panggung sudah ada tulisan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) memberikan selamat kepada pasangan nomor ini. Ini luar biasa, padahal belum turun kita dari panggung,” tutur Andi Sulaiman.

“Kami membendungnya, ucapnya, dengan melakukan program-program yang lebih di utamakan, daripada sibuk dengan Hoax dan Negative Campaign,” sambungnya.

Dia menambahkan, makanya waktu kampanye saya agak berbeda dengan calon yang lain. Saya selama kampanye tidak pernah tolong pilih saya, saya selalu jelaskan ke mereka program-program yang akan saya lakukan, kemudian saya sebutkan kepada mereka pilih yang terbaik diantara semua kandidat.

Andi Sudirman mengajak pada Pilpres ini untuk mengubah situasi, arah politik dengan menjauhi Hoax, dan sibuk dengan Black Campain.

“Kita mengedepankan program kerja yang ditawarkan oleh kandidat, caleg propinsi dan pusat sehingga masyarakat tahu,” katanya.

“Tidak membeli kucing dalam karung,” pungkasnya.

Andi Sudirman kemudian mengungkapkan falsafah Bugis sebagai kunci untuk menciptakan Pemilu yang damai, yakni sipakatau, sipakalebbi, dan sipainge.

Berita Terkait
Komentar
Terkini