Jelang tayang, begini cara manajemen promosi “Film Melawan Takdir”

Jogging bersama adalah satu cara promosi dilm "Melawan Takdir" di area CFD

Terkini.id, Makassar – Dalam rangka memaksimalkan promosi film Melawan Takdir yang sekarang viral di media sosial dengan salah satu dialog pendek “Sekolah Terus, Kapan Kamu Menikah” berhasil membuat warga penikmat film semakin penasaran dan antusias menunggu film melawan takdir tayang di bioskop.

Nah bagi Anda yang masih penasaran silahkan intip trailernya di youtube dan media sosial lainnya Melawan Takdir.

Produser Eksekutif Film Melawan Takdir, Ramli Usman mengatakan selain lewat media sosial, jogging pagi bersama warga Makassar juga menjadi salah satu cara untuk bersosialisas.

“Cara ini akan menjadi agenda rutin sehingga produser film MT dan pemain menjadikan jogging pagi sebagai bagian dari promosi film Melawan takdir yang akan tayang 19 April 2018 dengan cara lari pagi bersama warga menggunakan baju melawan takdir warna kuning kenari”, ujar Ramli.

Saat promosi perdana di area CFD Boulevard, turut hadir pemain Melawan Takdir di area sosialisasi. Salah satunya adalah sosok pemain ibu guru cantik bernama Andi Antiaka yang juga ketua komite SMA Athirah sehingga semakin membuat warga sangat antusias lari pagi bersama.

Lanjut Ramli menambahkan Film Melawan Takdir karya Sutradara Quraisy Mathar Rumah produksi tujuh langit diadopsi dari Novel Best Seller Otobiografi Motivasi Melawan Takdir karya Prof. Hamdan Juhannis, Ph.D yg sdh laris terjual ratusan ribu exlamper dengan jutaan pembaca di seluruh indonesia.

“Mengambil kutipan dari buku MT “bagaimana mungkin dari desa terpencil, anak yatim, ibu buta huruf, sangat miskin, Mampu Kuliah S2 dan S3 di Luar Negeri dan menjadi Professor termuda,”ulasnya.

Tentu sebuah kebanggaan Film MT hadir sebagai sebuah karya sineas produksi makassar sebagai satu-satunya film Indonesia terpilih sebagai film Pembuka Festival Sinema Australia Indonesia 2018 di Makassar.

Masih kata Ramli, film MT yang mengambil lokasi syuting di Bone, Gowa, Makassar dan Australia dengan genre motivasi dan ispirasi hidup yang bercerita tentang perjuangan hidup dengan penuh keterbatasan seorang anak yatim yang tinggal bersama ibu, nenek dan tiga orang saudaranya di sebuah pelosok desa terpencil bagian timur Indonesia tepatnya di desa Mallari Kabupaten Bone.

Di samping itu, juga dengan segala keterbatasan ekonomi, sosial bahkan keterbelakangan fisik dengan penuh perjuangan yang dilalui hingga akhirnya mendapat beasiswa kuliah S2 dan S3 keluar negeri tepatnya di Canada dan Australia dan berhasil meraih gelar Professor termuda di usia tiga puluh tahun lebih

“Film MT sebagai sebuah film ispirasi hidup yang hadir sebagai jawaban dari kegelisaan produser dan sutradara mewakili kegelisahaan masyarakat tentang film yang selama ini sangat jauh dari harapan untuk membangun generasi muda”, imbuhnya.

Film MT sangat direkomendasikan sebagai film tontonan keluarga yang dapat dinonton bersama anak-anak dan orang tua dengan harapan memberi pelajaran tentang arti kehidupan yang sesuangguhnya, belajar tentang nilai-nilai kearifan lokal yang religius, budaya dan berjuang dengan penuh cita dan kesabaran tanpa banyak mengeluh dan selalu yakin bahwa cita-cita dan impian besar akan tercapai dengan kehendak Allah yang maha kuasa.

Lewat film ini, Fadli Padi sebagai musisi legendaris hadir mengisi Soundtrack film MT diiringi acapela sebagai sebuah kearifan lokal menambah kualitas film melawan takdir sebagai sebuah karya yang sarat pesan penuh makna.

“Bahkan sepanjang pengetahuan kami Film Melawan Takdir merupakan satu-satunya film layar lebar pertama di dunia yang dalam filmnya tidak menggunakan instrumen musik sedikitpun, menambah pesan moral dengan nilai-nilai relgius yang akan disampaikan dalam film”, tutupnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini