Jet tempur sukhoi TNI AU simulasi paksa pesawat asing mendarat di Lanud Hanuddin

Pasukan TNI AU bersiap di Lanud Hasanuddin saat peswat asing dipaksa mendarat/ Herman Kambuna

Terkini.id, Maros – Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) memaksa turun pesawat yang tanpa izin melintas di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Rabu, 4 April 2018.

Dua unit pesawat Jet Tempur Sukhoi 30 MK milik TNI) Angkatan Udara yang bermarkas di Pangkalan Udara (Lanud) langsung memburu pesawat yang dicurigai melakukann kegiatan yang dalam dunia penerbangan disebut Force Down.

Selanjutnya pesawat asing tersebut dipaksa mendarat di Lanud Hasuddin. Pasukan TNI AU bersiap di pangkalan dengan menenteng senjata untuk mengantisipasi adanya serangan.

“Pesawat tersebut langsung digiring menuju Galaktika Lanud Sultan Hasanuddin untuk mendarat, dengan pengamanan dua unit truck Oreo milik Yonko 466 Paskhas serta satuan Polisi Militer (POM) AU yang telah dibekali senjata lengkap diantaranya Senjata Laras Panjang jenis SS2 buatan PT. Pindad, dan juga Pistol jenis Glock,” kata Direktur Latihan, Komandan Wing Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Kolonel, PNB. Irwan Pramuda.

Ia mengatakan rangkaian tersebut ini merupakan bagian dari simulasi atau latihan Striti Gesit tahun 2018 yang dilaksanakan setiap tahunnya oleh Lanud Sultan Hasanuddin dimana telah melibatkan satuan yang berada di Lanud Sultan Hasanuddin.

Menarik untuk Anda:

Latihan kali ini kata dia, melibatkan pesawat tempur Sukhoi 27/30 MK yang berhombase di Sakdud 11, Pesawat Boeing 737 Intai Strategis, CN-235 MPA yang berhomebase di Skadud 5, Helly SA-332, Senjata Hanud (Pertahanan Udara, Red) Orlikon Denhanud 472 Paskhas (Pasukan Khas).

“Serta unsur Hanlan diantaranya, Satuan Polisi Militer, Wing II Paskhas, Batalyon 466 Paskhas, Rumah Sakit dr. Dody Sardjoto serta Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional II dan Bandara Interasional Sultan Hasanuddin, juga Air Navigation (AirNav) Kantor Cabang Makassar Air Traffic Service Centre,” jelasnya.

Sementara Marsma TNI Bowo Budiarto mengatakan, latihan yang sudah dilaksanakan oleh satuan jajaran tersebut sebagai upaya meningkatkan kemampuan.

“Latihan untuk menguji kemampuan satuan dalam jajarannya guna mewujudkan kesiapan operasional satuan jajaran Lanud Sultan Hasanuddin,” kata dia.

Bowo juga mengungkapkan jika, latihan Sriti Gesit 2018 adalah latihan satuan Lanud Sultan Hasanuddin yang merupakan tahapan lanjutan dari latihan yang sudah dilaksanakan setiap satuan oleh jajarannya.

“Dengan tujuan untuk menguji kemampuan dan kesiapan satuan-satuan jajaran Lanud Sultan Hasanuddin sekaligus meningkatkan profesionalisme, agar mampu melaksanakan setiap tugas yang diberikan komando atas dalam menghadapi dan menanggulangi kontijensi yang terjadi,”

“Kami menekankan kepada para peserta latihan agar dapat mengikuti seluruh materi latihan yang direncanakan dengan sungguh-sungguh, dan tetap berpedoman pada petunjuk dan prosedur yang telah ditetapkan masing-masing satuan, demikian pula dengan faktor safety agar tetap diutamakan dan dicermati dengan seksama,” tukasnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, Ini Titik Aksi Demonstrasi Hari Ini di Makassar

Pandemi Covid-19, Begini Cara Semen Tonasa Sambut HUT ke-52 Tahun

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar