Pilgub Sulsel 2018

Jika IYL-Cakka terpilih, industri pembuatan pakan ternak ayam dibangun

Terkini.id — Peternak dan pengusaha ayam potong, maupun ayam petelur tak khawatir lagi jika kelak Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) memimpin Sulawesi Selatan.

Pasalnya, Program Rumah Produktif IYL-Cakka berbasis desa di setiap kecamatan akan menjadi solusi terbaik bagi peternak ayam petelur di Sulsel, termasuk di Kabupaten Sidrap.

Komitmen Ichsan Yasin Limpo memperhatikan pengusaha dan peternak ayam, dipertegas saat bertatap muka langsung dengan sejumlah peternak ayam di Desa Bulo, Kecamatan Pancarinjang, Kabupaten Sidrap, pekan lalu.

Mantan Bupati Gowa dua periode yang memang punya pengalaman sebagai pengusaha ayam, mengurai secara teknis mengenai tantangan yang sering dirasakan Peternak. Mulai dari tingkat stres ayam petelur, pakan berkualitas hingga pengawasan pembuatan pakan.

Dia menjelaskan, di Rumah Produktif akan diberikan pendampingan untuk pengusaha UKM. Khusus di Sidrap, kata dia, melalui Rumah Produktif akan membuat industri yang bergerak pada pembuatan pakan ternak ayam dan pendampingan pemeliharaan ayam petelur.

Ichsan menjelaskan, ayam petelur sangat sensitif dengan suara bising, yang menimbulkan stres dan berujung pada penyakit yang menyerang ternak. Hal inilah yang kerap menjadi persoalan bagi para peternak ayam petelur.

Baca :Ketua Perindo dan Tokoh Walmas dampingi Cakka sosialisasi

Sementara di Sidrap, masih banyak kandang ayam petelur yang dibangun di pinggir jalan. Suara kendaraan, jelas Ichsan sangat memungkinkan ayam bisa stres.

“Itu barangkali juga perlu diperhatikan. Karena kalau banyak suara bising, pasti ayam bisa stres,” kata Ichsan.

Sebagai bentuk keseriusan Ichsan YL menyerap aspirasi masyarakat, dia berjanji permasalahan para peternak ayam petelur, mulai dari mengatasi penyakit, pakan hingga produktifitas akan dia berikan solusi.

Melalui program Rumah Produktif permasalahan para peternak bisa terjawab. Dia menjelaskan, di rumah profuktif akan mengakses informasi peternakan.

“Harusnya memang ada di setiap kecamata yang paham persoalan ini,” kunci doktor bidang hukum pendidikan ini.