Jokowi tegaskan perlunya pendidikan karakter bagi generasi milenial

Jokowi pada Peluncuran Program Penguatan Pendidikan Pancasila di Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu 12 Agustus 2017./ ist

Terkini.id – Saat ini dunia berubah dengan sangat cepat dan tentunya perubahan ini harus diantisipasi. Lima hingga sepuluh tahun lagi, generasi Y akan mempengaruhi lanskap politik, ekonomi dan sosial.

Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika memberikan sambutan pada Peluncuran Program Penguatan Pendidikan Pancasila di Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu 12 Agustus 2017.

“Semuanya akan berubah,” ucap Jokowi.

Agar perubahan yang terjadi tidak memberikan pengaruh buruk perlu dilakukan penguatan nilai-nilai karakter bangsa dan keagamaan. Karena terjangan, pertarungan ideologi, infiltrasi ideologi tengah terjadi dan dilakukan antara lain melalui media sosial.

“Sekarang hati-hati, jangan sampai nilai-nilai kita hilang, karena terjangan infiltrasi ideologi,” ujar Jokowi.

Di sisi lain, sulit menghadang infiltrasi budaya terjadi. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya remaja yang menyukai grup musik asal luar negeri. Tapi hal ini tidak perlu dirisaukan, selama dilakukan untuk mengetahui ada dimana posisi kita.

Presiden pun mengaku bahwa dirinya suka menonton Metallica, Linkin Park dan Judas Priest.

“Untuk apa harus tahu? Untuk apa kita nonton? Untuk membandingkan posisi kita ada dimana, kekalahan kita ada dimana, kemenangan kita ada di mana. Jangan sampai kita tergerus oleh itu,” kata Jokowi.

Baca :Jelang HUT RI, pesawat N219 buatan Indonesia terbang perdana

Selain untuk mengukur keberadaan grup musik di tanah air, menonton sebuah konser grup musik dari luar negeri juga diperlukan untuk membandingkan bagaimana mereka menata manajemen lighting manajemen panggung dan juga pengelolaan penonton.

“Itu yang ingin saya lihat,” katanya.

Bulan Oktober nanti misalnya akan hadir grup musik asal Ingris yang akan berkunjung ke Indonesia

“Anak muda pasti senang semuanya. Hati-hati saya ingatkan, kita sendiri memiliki (artis), Mas Giring tadi mana?” ucap Jokowi menunjuk kepada artis Giring Nidji.

Untuk musik rock, kehandalan pemusik di tanah air juga tidak kalah dengan pemusik luar negeri, Presiden menyebut grup musik Superman is Dead, Burgerkill dan Slank.

Oleh karenanya Jokowi mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara besar yang memiliki kekayaan alam, seni, dan budaya.

“Kita memiliki semuanya, budaya kita juga kita lihat yang tarian, dari Sabang sampai Merauke berapa puluh ribu kita miliki,” tuturnya.

Keberagaman budaya ini mengingatkan bahwa ideologi Pancasila untuk mengarahkan kembali kepada cita-cita kemerdekaan Indonesia.

Baca :Inilah pilot wanita terbangkan pesawat N219 buatan Indonesia

Terakhir, Presiden berharap masyarakat tetap waspada dan terus memegang teguh Pancasila dalam rangka memenangkan pertarungan ideologi dengan negara lain. Dirinya juga mengingatkan bahwa pertarungan ideologi belum selesai dan masih akan terus berlanjut.

“Dengan cara berbeda mereka akan masuk entah lewat musik, tari, budaya, ekonomi. Hati-hati!” ucap Presiden.

Pancasila diyakini pula oleh Presiden kelima Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri yang juga Ketua Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) dapat melahirkan manusia Indonesia yang berwatak membangun, inisiatif, optimis, dan gigih dalam mencapai tujuan. Oleh sebab itu, dirinya mendukung penuh hadirnya Pancasila dalam dunia pendidikan Tanah Air.

“Bagi saya moral Pancasila harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan bahkan sudah seharusnya menjadi fondasi dari sistem pendidikan Indonesia,” ujar Megawati Soekarnoputri.

Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya, Wakil Presiden keenam Try Sutrisno yang juga anggota Dewan Pengarah UKP-PIP, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggu M Nasir, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Ketua UKP PIP Yudi Latief.