Jualan Balon Setelah Anak Istri Meninggal, Pria Lulusan S2: Pusing Mikirin Dunia

Jualan Balon
Pria lulusan S2 Supriyanto memilih jualan balon setelah anak dan istri meninggal kecelakaan. (Instagram @wowunix)

Terkini.id, Jakarta – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria lulusan S2 memilih jualan balon usai anak dan istrinya meninggal akibat kecelakaan, viral di media sosial.

Video tersebut diunggah pengguna TikTok hobbymakan.id dan dibagikan ulang oleh Instagram Wowunix.

Dilihat dari video tersebut, Selasa 24 November 2020, tampak pengunggah video itu memberhentikan pria penjual balon tersebut.

“Dan di depan kita ada penjual balon. Satu balon berapa pak?” tanya perekam video kepada pria penjual balon tersebut.

“15 ribu,” jawab sang penjual balon itu.

Menarik untuk Anda:

Ia pun mengungkapkan bahwa terkadang dalam sehari balon-balon yang dijualnya tersebut tak laku sama sekali.

“Kadang-kadang sehari juga tidak laku,” ujarnya.

Perekam video pun menanyakan terkait asal usul sang bapak penjual balon tersebut.

Namun, alangkah kagetnya ia saat mendegar bahwa si bapak adalah lulusan S2 dan sudah pernah naik haji.

“Saya boleh dibilang S2. Sudah haji,” ujar pria penjual balon itu.

Berdasarkan keterangan pengunggah video, bapak tersebut diketahui bernama Supriyanto. Ia sehari-hari berjualan balon di daerah Pontianak, Kalimantan Barat.

Saat ditanya terkait alasannya menjual balon padahal dirinya merupakan lulusan S2, Supriyanto pun menjawab bahwa ia sudah pusing memikirkan dunia.

“Biasalah namanya persaingan. Jadi udah lah, pusing mikirin dunia. Jadi lebih baik saya gini aja apa adanya, damai,” ujarnya.

Supriyanto juga menuturkan, dirinya memilih berjualan balon setelah anak dan istrinya meninggal dunia akibat kecelakaan.

Mendegar kisah hidup Supriyanto, perekam video pun memberikan sedekah sejumlah Rp 1 juta kepada pria penjual balon tersebut.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Warga Sulbar Diguncang Gempa, Fahri Hamzah Minta Mensos Risma Segera Turun Tangan

Habib Ali Assegaf Wafat, Rizieq Shihab: Beliau Berikan Secarik Kertas yang Harus Saya Amalkan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar