Juara Bertahan di Piala Asia Ini Kaget Timnas Indonesia Bisa Menang dari Iran

Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Iran di Piala Asia U-16

Terkini.id – Juara bertahan di Piala Asia U-16, Irak, melalui pelatihnya, Faisal Azeez Jebur, mengaku kaget saat mengetahui Timnas Indonesia U-16 bisa mengalahkan Timnas Iran.

Diketahui, pada Jumat kemarin, 21 September 2018, Timnas Indonesia U-16 berhasil mengalahkan Timnas Iran U-16 dengan skor 2-0 di Stadion Bukit Jalil, Malaysia.

Dilansir dari laman CNN Indonesia, tiga poin yang diraih Timnas Indonesia U-16 menjadi kabar mengejutkan bagi juara bertahan Timnas Irak U-16, yang pada Piala Asia 2016 mengalahkan Iran di final.

“Kami tidak menonton pertandingannya, tapi kami kaget mengetahui Indonesia bisa meraih kemenangan atas Iran, padahal Iran adalah runner-up dua tahun lalu. Sesungguhnya sulit mengalahkan Iran,” ucap Jebur di Hotel Grand Dorsett, Malaysia.

Dalam lima tahun terakhir, kata Jebur, Indonesia telah mengalami kemajuan pesat dalam sepak bola.

Pada pertandingan di Grup D, Sabtu, 22 September 2018, Irak juga sukses meraih kemenangan 2-1 atas Afghanistan.

Meski meraih kemenangan di laga perdana, Jebur enggan berbicara jauh mengenai upaya Irak dalam mempertahankan gelar juara.

Baca :2 Gol Masa Injury Time Warnai Kekalahan Indonesia U23 dari Korsel U23

“Kami tidak berbicara mengenai target juara, kami penggembira. Peluang kami cukup berat. Ada Australia dan Korea Selatan dalam grup kami,” kata Jebur yang merupakan mantan penyerang timnas Irak era 1980-an.

Selain itu, lanjut Jebur, timnya mengalami perubahan secara mendadak karena ada regulasi yang membuat timnya harus mengganti tujuh pemain yang sebelumnya sudah didaftarkan karena masalah usia.

“Kami dituntut melakukan perubahan secara cepat,” ungkapnya.

Timnas Irak U-16 untuk sementara menempati peringkat kedua di Grup D, hanya kalah selisih gol dari Korea Selatan yang menang 3-0 atas Australia.

Irak bisa saja menjadi lawan Indonesia pada babak perempat final. Seandainya Indonesia menjadi juara Grup C dan Irak menjadi runner up Grup D atau sebaliknya, maka hal tersebut tidak terhindarkan.