Ini jumlah pernikahan dini di Barru dalam setahun, ada yang hamil

Panitera muda pengadilan agama kabupaten Barru, Salma

Terkini.id Barru – Pengadilan agama Barru mencatat ada sebanyak 47 kasus pengaduan permohonan pernikahan dini yang diajukan masyarakat Kabupaten Barru, dari total permohonan tersebut pengadilan agama Kabupaten Barru mengabulkan 39 diantaranya untuk dinikahkan.

Panitera Muda Pengadilan Agama Barru, Salma, mengatakan, kalau pihaknya selama tahun 2017, telah menerima permohonan pernikahan dini bagi anak usia di bawah ketentuan pemerintah untuk menikah. “Kami hanya berikan izin itu ada sebanyak 39 pemohon,”tandasnya.

Salma,menjelaskan kalau sejumlah warga yang di berikan lampu hijau untuk menikah tersebut tidak lain karena pihak keluarga sudah tidak mampu menjaga anaknya dan dikhawatirkan akan terjadi hal yang lainnya sehingga pihak pengadilan menyetujui.

“Bahkan ada juga yang sudah kondisi hamil atau sudah tinggal serumah dan bahkan ada yang mengaku telah sering sama dan tidur sama sehingga dikhawatirkan bisa berdampak ke yang lainnya,”jelasnya.

Sementara itu, Panitera Pengadilan Agama Barru, Hamzah Appas, mengungkapkan, kalau pernikahan usia dini ini sendiri bisa berdampak pada kondisi warga itu sendiri, selain itu juga dengan pernikahan dini ini secara otomatis bakal mempengaruhi anak tersebut dan juga kematangan berfikir anak itu.

Baca :Lagi, murid SD di Sinjai akan menikah usai ujian nasional

“Biasanya dengan pernikahan iniĀ  sangat rentan terjadinya perceraian karena itu diakibatkan tidak matangnya anak tersebut dalam menjiwai dirinya sehingga mereka tidak mampu mengendalikan emosi masing-masing, dan bahkan banyak dampak lain yang bisa saja muncul akibat pernikahan dini tersebut,”pungkasnya.

Hamzah, pernikahan bawah umur yang marak di Barruu diakibatkan karena pihak keluarga sudah tidak mampu lagi melakukan pengawasan secara maksimal, dan bahkan biasanya ada anak yang jika sudah memiliki kedekatan secara pribadi satu sama lainnya, dan bahkan mereka kadang keluar bersama.

“Kadang mereka sudah tidak menginap di rumah dan lebih memilih kost di luar untuk berdua yang tentunya ini berdampak pada pergaulan bebas yang sangat rentanĀ  teejadinya hal yang tidak kita inginkan,”terang dia.

Diapun mengaku. Kalau sepanjang putusan permohonan pernikahan usia dini yang dia putuskan belum ada yang menekankan pada sanksi yang diberikan kepada orang tua hanya saja berbagai wejangan-wejangan sebelum dilakukannya putusan setiap pengusulam tersebut.

“Kami hanya berikan wejangan setiap.kani hendak memutuskan satu perkara dalam kasus tersebut, namun bahkan ada yang sudah tinggal serumah sebelum kami putuskan dispensasi pernikahannya, dan bahkan ada beberapa kasus yang cukup memaksa untuk memutuskannya karena mereka datang setelah undangan dia sebarkan,”terangnya.

Baca :Pernikahan dini nyaris terjadi di Makassar, untungnya DPPA gesit

Dia juga mengungkapkan, kalau tindakan minimalisir kasus itu sendiri tentunya pengadilan tidak secara pro aktif dalam melakukan penanganan, hanya saja dirinya mengaku biasa menghimbau kepada sejumlah warga melalui kegiatan-kegiatan khusus.

“biasnaya ketika kami diundang dalam acara keagamaan apa itu melalui safari ramadhan atau kegiatan lain kami himbau dalam kesempatan tersebut tapi secara khusus kami tidak dengan pro aktif,”ungkapnya.

PenulisAna Ridwan