Kabar Gembira, 25 Dosen dan Pegawai Unhas Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Kampus Unhas. (Foto: Ist)

Terkini.id, Makassar – Pihak Rektorat Universitas Hasanuddin (Unhas) menyampaikan informasi perkembangan terbaru soal sejumlah dosen dan pegawainya yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Izinkan saya berbagi informasi tentang apa yang terjadi dan apa yang Unhas lakukan terkait dosen dan tenaga kependidikan Unhas yang mendapat cobaan terpapar Covid-19 dengan harapan bisa menjadi bahan pembelajaran dan peringatan untuk kita semua,” kata Direktur Komunikasi/Sekretaris Rektor sekaligus Tim Satgas Covid-19 Universitas Hasanuddin (Unhas), Suharman Hamzah, PhD. HSE lewat keterangan tertulisnya, Senin, 13 Juli 2020.

Suharman mengungkapkan, sebagaimana informasi yang ramai diberitakan di media bahwa sejumlah dosen dan pegawai Unhas yang terkonfirmasi Positif Covid-19 termasuk di antaranya beberapa pimpinan adalah benar adanya.

Namun, kata Suharman, ada sejumlah nama yang sebelumnya disebutkan positif Covid-19, tapi kenyataannya tidak positif.

“Sejak awal Unhas mendorong dosen dan pegawai menyampaikan jika dirinya terkorfirmasi Positif Covid-19. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk terbuka mengumumkan agar segera dapat dilakukan tracing,” ujarnya.

Menarik untuk Anda:

“Kami sadar sepenuhnya bahwa kejujuran dan keterbukaan adalah salah satu kunci utama dalam menghadapi Pandemi Covid-19,” sambungnya.

Suharman menerangkan, dari identifikasi data terhadap sivitas akademika Unhas yang terkonfirmasi positif, setidaknya ada tiga pola utama yang didapatkan.

Ketiga pola tersebut yakni pertama, mereka yang menjalankan tugas profesi sebagai tenaga kesehatan dan karena tugasnya menjadi bagian dari Gugus Tugas (GT) Covid-19 Unhas dan membantu GT Kota Makassar dan GT Provinsi Sulsel sehingga secara regular melakukan swab test.

“Kedua, mereka yang kemungkinan terpapar dari lingkungan keluarga terutama yang Suami/Istri/Anak/Mantu adalah tenaga kesehatan. Hal ini terkonfirmasi pada beberapa guru besar Unhas,” tambahnya.

“Ketiga, ada kemungkinan (masih dugaan) yang terpapar dari kondisi aerosol di tempat kerja yang sebelumnya tidak dianggap hal yang menjadi penyebab penyebaran Covid-19. Hal ini yang mungkin terjadi pada pimpinan Unhas yang terkonfirmasi Covid-19,” lanjutnya.

Maka dari itu, kata Suharman, pihak Unhas melakukan langkah yang berani dan terbuka melakukan Rapid Test untuk seluruh Tenaga Kependidikan dan Dosen.

“Terlepas dari kontroversi dan keakuratan rapid test, langkah ini dilakukan sebagai upaya konsistensi Unhas menjadi bagian dari penyelesaian masalah dan tentunya membantu dalam memutus penyebaran Covid-19,” terangnya.

Rapid Test tahap pertama, kata Suharman, dilakukan untuk Tenaga Kependidikan yang dilaksanakan 16-18 Juni 2020. Ada lebih 2000 tenaga kependidikan yang ikut rapid test.

“Ditemukan ada beberapa yang reaktif dan dilanjutkan Swab Test kepada mereka yang reaktif. Sebanyak 25 Tenaga Kependidikan terkonfirmasi Positif,” ungkap Suharman.

Ke-25 tenaga pendidikan Unhas yang terkonfirmasi positif tersebut selanjutnya melakukan isolasi mandiri di rumah atau di hotel yang disiapkan.

Adapun mereka, kata Suharman, kini telah dinyatakan sembuh dari Covid-19.

“Alhamdulillah ke-25 orang tersebut semuanya telah dinyatakan sembuh dari Covid-19,” ujarnya.

Sementara untuk Rapid Test tahap kedua, lanjut Suharman, dilakukan untuk dosen yang dilaksanakan 8-10 Juli 2020.

Rapid Test tahap kedua tersebut diikuti oleh lebih dari 1000 dosen.

“Yang ditemukan Reaktif adalah 18 orang dan telah menjalani Swab Test. Saat ini kami menunggu hasil swab test tersebut,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, Unhas juga memberikan fasilitas Swab Test kepada Dosen dan Tenaga Kependidikan yang memiliki kontak dengan yang terkonfirmasi atau yang memiliki riwayat kesehatan yang memerlukan penanganan lanjut.

“Ini dilakukan pada Laboratorium BSL-2 Unhaa yang memiliki izin dari Kementerian Kesehatan. Unhas sadar sepenuhnya bahwa menyampaikan secara terbuka sivitas akademika yang terkonfirmasi Positif Covid-19 memiliki resiko terhadap reputasi institusi Unhas,” jelasnya.

“Demikian pula halnya dengan melakukan rapid test dan swab test secara besar-besaran mempunyai kemungkinan jumlah yang terkonfirmasi makin banyak,” tambahnya.

Namun, pihaknya mengatakan bahwa hal yang lebih penting saat ini adalah kejujuran dan keterbukaan. Unhas ingin menjadi bagian dari penyelesaian masalah sesuai dengan kapasitas dan kapablitas yang UNHAS miliki.

“Dalam kondisi Pandemi seperti ini tidak ada pihak yang tidak ingin masalah Covid-19 ini berakhir. Demikan juga bahwa tidak ada pihak yang merasa lebih berpengalaman dari yang lainnya,” ujar Suharman.

Menurutnya, yang sangat dibutuhkan saat ini adalah kharus saling mendukung dan saling menyemangati.

“Kami berharap kita semua melihat secara utuh apa yang dilakukan Unhas dari hulu ke hilir. Tidak langsung hanya melihat pada jumlah yang terkonfirmasi,” ucap Suharman.

“Semoga kita sebagai mahluk Allah SWT saling menyayangi, saling mengingatkan dan saling merawat jiwa untuk kesembuhan kolektif. Aamin,” pungkasnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Fotonya Viral usai Disebar Korban, Pelaku Pemerkosaan Ini Ditangkap Polisi

Survei: Masyarakat Percaya Jokowi Bisa Bebaskan Indonesia dari Krisis

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar