Kader NasDem Disebut Pantas Didepak dari Kabinet, Irma: Justru SYL Paling Berprestasi

Terkini.id, Jakarta – Irma Suryani Chaniago, politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) tidak terima dua kader partainya yang menduduki jabatan Menteri disebut pantas didepak dari kabinet.

Sebelumnya, Ketua Umum Jokowi Mania (JoMan), Immanuel Ebenezer atau Noel merekomendasikan lima nama menteri Kabinet Jokowi-Maruf yang pantas diganti karena memiliki kinerja buruk.

Dua dari lima Menteri yang disebut adalah kader NasDem, yakni Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate.

Baca Juga: Jokowi Reshuffle Kabinet, Dua Menteri Baru Saja Dilantik, Siapa Saja?

Terkait hal itu, Irma lalu menyoroti alasan Ketua JoMan mengatakan SYL dan menteri lain pantas dicopot. Salah satunya yaitu soal impor beras.

Irma mengritik bahwa impor beras itu bukan urusan SYL sebagai Menteri Pertanian, melainkan urusan Menteri Perdagangan dan Menteri Perekonomian.

Baca Juga: Beda dengan Ngabalin Soal Reshuffle, Fadjroel Tegaskan: Saya Selalu Dapat...

Adapun SYL, kata Irma, justru berhasil membuat pertanian tumbuh 2,6 persen selama pandemi.

“Itu urusan Menteri Perdagangan dan Menko Perekonomian, dan Menteri Pertanian itu hanya menjaga ketahanan pangan. Dan Alhamdulillah selama pandemi justru pertanian yang tumbuh 2,6 persen, yang lain hancur lebur berantakan,” ujar Irma, Rabu, 14 Maret 2021, dilansir dari VIVA.

Ia lantas mengatakan bahwa JoMan tidak memiliki alasan yang kuat untuk menyebut SYL tidak memiliki kinerja yang baik.

Baca Juga: Memilih Diam, Ini Reaksi Mendikbud Nadiem Makarim Ketika Ditanya Soal...

“Jadi tidak tepat menurut saya menempatkan Syahrul Yasin Limpo sebagai menteri yang tidak berprestasi, justru Syahrul Yasin Limpo yang paling berprestasi,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Irma mengaku sempat menanyakan kepada SYL soal polemik impor beras. Katanya, Syahrul telah menyampaikan sikapnya menolak impor beras pada saat rapat terbatas kabinet.

“Belum ada alasan kita impor beras karena kita akan panen raya, itu jawaban Syahrul Yasin Limpo kepada Presiden,” tegasnya.

Adapun menteri lain yang diusulkan JoMan untuk dicopot yakni Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agraria Sofyan Djalil, dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.

“Kelima nama ini duduk di kementerian tidak memiliki kinerja yang baik,” kata Noel pada Rabu, 14 April 2021, dilansir dari VIVA.

Noel mengatakan bahwa para menteri ini tidak memiliki visi-misi yang sama dengan Presiden. Padahal, Presiden Jokowi selalu menegaskan agar para menteri tidak memiliki visi-misi sendiri.

“Dari kelima ini secara kinerja ya tidak begitu bagus, diluar harapan, apalagi Pratikno yang melakukan kecerobohan yang membuat Presiden jadi bahan olok-olokan di publik. Contoh, Omnibus Law ada pasal yang salah, Pratikno sampaikan salah ketik, kedua persoalan perpres miras,” paparnya.

Noel juga menyoroti soal impor beras yang menurut janji Presiden Jokowi tidak ada impor beras selama 3 tahun. Namun faktanya, sejak 2018 sampai 2020 ada impor beras.

“M Luthfi ini meresahkan petani,” ujar Noel.

“Kita merekomendasikan agar kelima ini dicopot dengan pertimbangan yang kita lihat. Kita sebagai pendukung Presiden lebih obyektif, karena tidak punya kepentingan jadi menteri, apalagi naro-naro orang, gadang-gadang orang untuk menggantikan semua orang itu,” tegasnya.

Bagikan