Kadis Kehutanan Sulsel Dapat Rapor Merah

Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah melakukan sidak di Kantor Kehutanan Sulsel, Kamis 18 Juli 2019,

Terkini.id — Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah menyebut, Kepala Dinas (Kadis) Kehutanan Provinsi Sulsel, Muhammad Tamzil layak mendapat rapor merah.

Sebab saat Nurdin Abdullah melakukan sidak di Kantor Kehutanan Sulsel, Kamis 18 Juli 2019, Kadis tidak masuk kantor.

“Kita bicara soal optimalisasi fungsi, bukan rapot merah lagi dibawahnya merah ini kecewa kita kehutanan ditelantarkan begini, sayang banget,” ungkap Nurdin Abdullah kepada awak media, usai Sidak, di Kantor Kehutanan Sulsel, Kamis 18

Inspeksi Mendadak (Sidak) dilakukan sekitar pukul 7:50 di Kantor Dinas Kehutanan Sulsel, mantan Bupati Bantaeng dua periode ini memeriksa semua ruangan yang ada di Dinas dibawa Kepemimpinan Muhammad Tamzil itu.

Nurdin Abdullah juga sesalkan tindakan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tidak memanfaatkan anggaran besar untuk kepentingan masyarakat yang sudah digelontorkan oleh pemerintah pusat ke pemerintah provinsi.

“Akhirnya hubungan kita dengan pusat jadi jelek. Kasiha uang tapi nggak dipakai, itu kenapa karena tidak konsen, coba kalau dia (Kadis Kehutanan Sulsel) konsentrasi kerja setiap hari, menyampaikan visinya keseluruhannya. Kita tanya ke bidang-bidang tidak ada satupun yang tahu misi kehutanan Sulawesi Selatan apa,” jelas mantan Sekjen Apkasi Indonesia itu.

“Tadi satupun saya tanya soal apa sinergi kita dengan Kementerian Kehutanan, tahun ini Rp 300 miliar digelontorkan, jangan sampai anggaran ini sia-sia nggak ada dampak,” lanjutnya.

Selain itu, Nurdin Abdullah menyampaikan, Sulsel merupakan penyangga pangan nasional. Olehnya itu sebagai Kepala Dinas Kehutanan harus selalu berada di lapangan memantau keadaan, apalagi salah satu bencana alam kita di 11 kabupaten kota se-Sulsel.

“Harusnya dinas kehutanan ada di lapangan bukan di Jakarta kemana, harus dia lebih banyak koordinasi dengan seluruh KPH-KPH yang ada, yang kedua sinergi dengan lembaga-lembaga balai-balai yang ada dari Kementerian Kehutanan,” pungkasnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini