Kakak Beradik Pemimpin ISIS Ditembak Mati Polisi Filipina

Filipina
Polisi Filipina. (foto: kricom.id)

Terkini.id – Kakak beradik yang diduga anggota kelompok teroris lokal yang berafiliasi dengan ISIS ditembak mati pihak kepolisian Filipina pada Minggu, 14 Oktober 2018, malam.

Pihak kepolisian Filipina Provinsi Davao del Sur melalui Inspektur Senior, Ferlu Silvio, mengidentifikasi bahwa kedua terduga ISIS itu sebagai Norton Delangalen Sinapan dan Norhan Delangalen Sinapan.

Dilansir terkini.id dari CNNIndonesia, Senin, 15 Oktober 2018, Silvio mengatakan Norhan merupakan pemimpin sel ISIS bernama Daula Islamiyah yang berbasis di Kota Digos, Davao, del Sur.

Ferlu Silvio mengungkapkan tempat persembunyian kedua terduga anggota ISIS itu digrebek oleh tim gabungan polisi di pesisir Digos sekitar Minggu malam pukul 23.00 waktu lokal.

Dan Silvio juga mengatakan pihak kepolisian menyita granat, sebuah komponen untuk membuat bom rakitan, senjata api, beberapa amunisi peluru serta dua bendera ISIS.

Menarik untuk Anda:

Diketahui, Filipina akhir-akhir ini terus meningkatkan kewaspadaannya terhadap potensi serangan yang diakibatkan oleh teroris, terutama pasca serangan ISIS di Marawi sekitar Mei 2017 lalu.

Pasca serangan ISIS tersebut, setidaknya militer Filipina membutuhkan waktu lima bulan untuk memberantas militan Abu Sayyaf dan Maute dari Kota Marawi.

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, sekitar akhir Oktober 2017 mendeklarasikan Kota Marawi bebas ISIS, tak lama setelah militer menewaskan Isnilon Hapilon, pemimpin Abu Sayyaf sekaligus tokoh yang disebut-sebut sebagai “emir” ISIS di Asia Tenggara.

Akibat konflik yang terjadi di Marawi, diperkirakan korban tewas sekitar 170 orang termasuk puluhan warga sipil dan personel militer Filipina, sehingga Rodrigo Duterte sempat memberlakukan status darurat militer di wilayah itu.

Serangkaian serangan bom bunuh diri juga terjadi di Kota Isulan hingga menewaskan empat orang dan melukai beberapa lainnya pada Agustus dan September 2018 lalu. Sebagian besar pihak menuding sel lokal ISIS di wilayah itu bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Rusia Klaim Negara Pertama Dunia Ciptakan Vaksin Covid-19, WHO: Masih Prakualifikasi

Hadapi Trump, Joe Biden Pilih Wanita Kulit Hitam Kamala Harris Jadi Cawapres

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar