Kala Teater: Festival Kala Monolog Kembali digelar di Makassar

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan

Terkini.id, Makassar – Festival Kala Monolog kembali digelar di Makassar, Kamis 5 September 2019.

Festival yang dicetuskan di tahun 2009 oleh KALA TEATER merupakan event teater tahunan kota Makassar. Kali ini diselenggarakan untuk kali ke-11 di Etika Studio, Jalan Tamalate, Kecamatan Rappocini, berlangsung 5-8 September 2019.

Festival Kala Monolog digagas oleh Kala Teater merupakan organisasi nirlaba yang bergerak di bidang seni budaya. Festival ini bertujuan untuk mengidentifikasi kualitas aktor-aktor teater dan memetakan kehadiran aktor-aktor khususnya di Makassar.

Tahun ini tema yang diangkat adalah “Menafsir Sure’ I Lagaligo” diharapkan melalui tema ini tokoh dan kisah dalam sure’ I Lagaligo lebih dikenal di masyarakat.

Adapun naskah wajib pada festival ini ditulis oleh penulis dan penggiat teater di Makassar diantaranya :

-Bukan Sembarang Burung karya Alfian Dippahatang

-Hikayat Kucing dan Petuah Dewi Padi karya Mariati Atkah

-Ramalan yang Tertunda karya Nurul Inayah

-Gugatan-gugatan dari dalam Tudung Saji karya Rachmat Hidayat Mustamin

Festival Kala Monolog 11 diikuti oleh 9 peserta yaitu Sri Midan Lombu’u dari Sanggar Seni Pangngadereng Stimlash Jaya Makassar, Masrufan Susanto dari BKMJ Lentera HMJ Bahasa Inggris FBS UNM, Mega Herdiyanti, Ridha Kusumawardhani dari BKMJ Lentera HMJ Bahasa Inggris FBS UNM, Andi Taslim Saputra dari Komunitas Utara Senja, Ilham Hasradinata dari UKM sb eSA, Andi Hanun Salsabila dari LSBM Estetika, Muh. Fahrizam dari SSB BSF IAIN BONE, dan Muh. Dedy Sasmita dari Teater Indie.

Anggi Purnamasari, Direktur Festival, menyampaikan bahwa selain kompetisi monolog Festival Kala Monolog 11 juga menyelenggarakan serangkaian workshop, pelatihan dan diskusi.

“Penyelenggaraan festival ke-11 ini diharapkan bisa mempertebal rasa ingin melestarikan kesenian terutama dibidang teater itu sendiri,” katanya.

Festival Kala Monolog terselenggara atas dukungan dari pribadi dan kelompok yang memiliki atensi terhadap perkembangan kesenian dan kebudayaan di Makassar.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para pegiat seni untuk lebih mengasah kepekaan dalam berkesenian khususnya dibidang teater,” ujar Wawan Aprilianto selaku penikmat teater.

Komentar

Rekomendasi

Dampak Reklamasi Makassar Bagi Warga Pesisir Takalar-Galesong

Bupati Sinjai Coffee Morning Bersama Jurnalis, Ini Harapannya

Ketua Umum Imadiklus Indonesia Mengapresiasi Komisi X DPR RI Memperjuangkan Pendidikan Nonformal

Buaya Serang Manusia di Towuti Berlanjut, BBKSDA Sulsel Evakuasi Buaya

Sistem Informasi UIN Alauddin Makassar gelar Latihan Dasar Kepemimpinan ini selama 5 Hari

Usai Hadiri Konvensi Partai Hanura Makassar, ARN Bertemu Appi di Warkop

Viral Pria Ini Berkali-kali Dipatuk King Kobra saat Atraksi dan Hanya Tertawa, Akhirnya Tewas

Meriahnya gelaran SPECTA 2020 di Makassar

Hj. Hartati Inginkan Tim Rasa Keluarga

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar