Kalah di Pilgub Sulsel, NH Evaluasi Struktur Golkar

Nurdin Halid

Terkini.id — Pasangan Calon Gubernur Sulsel nomor urut 1, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) dipastikan kandas di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 berdasarkan hasil quick count dan real count.

Kekalahan NH-Aziz, membuat Nurdin Halid sangat terpukul, pasalnya pasangan Nasionalis Religius ini diusung partai besar seperti, Golkar, NasDem, Hanura, PKB dan PKPI.

NH sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel akan mengevaluasi seluruh struktur Partai Golkar se-Sulsel, sebab partai berlogo pohon beringin ini merupakan partai pemenang di Pileg 2014, namun suara NH-Aziz drop di Pilgub Sulsel.

“Saya akan evaluasi total. Bukan hanya soal kita kurang suara di beberapa daerah. Kita akan evaluasi khusus. Berkaitan dengan kepentingan partai kedepan, sebab sejak reformasi golkar setiap pemilu menurun, baik DPR RI, DPRD Provinsi maupun kabupaten/kota,” ungkap Nurdin di kediaman pribadinya Jalan Mappala Makassar, Minggu 1 Juli 2018.

Menurutnya, tidak pernah ada calon gubernur maupun calon kepala daerah menjadikan partai sebagai instrumen pemenangan di Pilkada.

“Tapi saya ingin menjadikan partai pilar demokrasi, saya menjadikan partai sebagai instrumen pemenangan. Tetapi pantai ini tidak berbuat maksimal, tidak bekerja maksimal dengan potensi kekuatan yang dimiliki oleh partai,” ujar Mantan Ketua Harian DPP Partai Golkar ini.
Lanjut dia, sejumlah kepala daerah yang berasal dari Partai Golkar justru gagal memenangkan NH-Aziz di daerahnya. Olehnya itu dirinya membentuk tim investigasi untuk mencari tahu faktor dropnya suara Golkar di Pilgub.

“Kenapa suara kita di daerah menjadi lumbung suara, tetapi tiba-tiba suara drop drastis ada apa?. Ini harus ada kajian yang menjawab.
Misalnya Sopoeng, kenapa suara di pilgub kita drop drastis. Sama halnya di jeneponto, ini ada apa padahal ketuanya Bupati, inilah yang kita harus kaji secara objektif, bukan berarti suara saya drop tetapi ini juga untuk kepentingan Golkar. Bagaimana Golkar tetap eksis karena ini sangat bahaya bagi Golkar kedepan apa lagi pileg tinggal 8 bulan lagi,” tuturnya.

“Pasti ketuanya tidak menunjukkan loyalitasnya terhadap partai. Olehnya itu saya membentuk tim khusus untuk investasi kegagalan Golkar di Pilkada. Mudah-mudahan 1 bulan ini sudah ada hasilnya.” pungkasnya.

Komentar

Rekomendasi

Aliansi Mahasiswa Cinta Demokrasi Gelar Deklarasi Pilkada Damai Berintegritas 2020

Mahasiswa Wajib Mengontrol Jalannya Demokrasi Pilkada Serentak 2020

Pemuda Sebagai Benteng Pelindung Publik dari Hoax

Parpol Diminta Tidak Usung Cakada Terindikasi Korupsi

Amirullah Nur Penantang Kuat di Pilkada Maros

Gerindra Sulsel Kirim nama Calon Kepala Daerah ke DPP

Appi Dorong Sistem Kesehatan Berbasis Digital

Tomy Satria-Andi Makassau Resmi Kantongi Rekomendasi PKB

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar