Kalah dari Juventus, Pelatih Inter Milan Sebut Timnya Tak Konsisten

Pelatih Inter Milan, Lucian Spalletti

Terkini.id – Bermain di kandang sendiri, Juventus sukses mengalahkan Inter Milan dengan skor 1-0, Sabtu 8 Desember 2018, dini hari. Kemenangan Juventus membuat pelatih Inter Milan, Lucian Spalletti mengkritik timnya sendiri yang ia anggap kerap tak konsisten.

Inter sebenarnya bermain cukup bagus dalam laga ini, terutama sepanjang paruh pertama pertandingan. Sayang beberapa peluang yang didapat tim tamu gagal dimaksimalkan menjadi gol.

Usai tak ada gol di sepanjang babak pertama, kemenangan Juventus ditentukan oleh gol semata wayang yang dicetak oleh Mario Mandzukic di pertengahan babak kedua.

Salah satu peluang emas yang didapat Inter terjadi di pertengahan babak pertama. Mauro Icardi dengan cerdik memberikan umpan pendek yang membuat Roberto Gagliardini memiliki ruang tembak bagus, sayang penyelesaian akhirnya masih digagalkan tiang gawang.

“Laga ini seharusnya dimainkan dengan sikap yang konsisten, menyadari bahwa ada saat ketika Anda berada dalam tekanan dan harus membutuhkan 10 pemain di belakang bola,” tutur Spalletti dikutip dari Bola.Net.

“Kami sebenarnya secara garis besar bisa melakukan hal tersebut, tapi ada beberapa situasi di mana kami tak bisa membaca permainan mereka dengan baik, sebaliknya Juventus tak pernah melakukan kesalahan tersebut,” tambahnya.

Baca :Liga Champions, Prediksi dan Susunan Pemain Inter Milan vs Tottenham Hotspurs

Lebih lanjut, Spalletti menyebut bahwa ada perbedaan antara tim asuhannya dengan Juventus, yakni soal kepintaran memanfaatkan situasi di lapangan.

“Jika sebuah tim unggul, tentu ada perbedaan, tapi kami terlalu sering melakukan kesalahan yang bodoh. Ada satu insiden di mana kami menyerang, tapi tak bisa mengalirkan bola ke depan. Hal seperti itu bisa membuat perbedaan, dan kami kesulitan untuk konsisten sepanjang 90 menit,” ujar Spalletti.

“Selalu ada seseorang yang terlalu pelan, terlalu banyak bicara, lalai dan tak satu frekuensi dengan pemain lain. Kami sebagian besar bermain bagus dan tekanan untuk mundur dan bertahan adalah tanda yang bagus. Sayangnya Juve pintar dan kami naif. Mereka bisa membuang waktu selama lima menit setelah pelanggaran terjadi,” tukasnya.