Kalah Telak di 18 Kabupaten, Inikah Alasan NH Rombak Internal Golkar ?

NH, Golkar, rombak

Terkini.id, Makassar – Hasil rekapitulasi suara suara untuk Pilkada Gubernur-Wakil Gubernur yang baru diumumkan KPU, Minggu 8 Juli 2018, memperjelas keinginan Nurdin Halid merombak internal Partai Golkar.

Dalam hasil penghitungan akhir KPU yang digelar di Hotel Claro, kemarin, menunjukkan NH yang didukung Partai Golkar, cuma menang di 6 kabupaten dari 24 kabupaten kota di Sulsel.

Menariknya, NH yang berpasangan dengan Aziz Qahhar Muzakkar (NH-Aziz) kalah telak di 18 kabupaten di Sulsel. Selisihnya pun jomplang.

Sebagai contoh, NH-Aziz meraih suara sebesar 123.994 di Kota Makassar, sedangkan Prof Andalan meraup hingga 277.144.

Di Tana Toraja, selisihnya sangat jauh. NH-Aziz meraih 17.264 suara, sedangkan Prof Andalan 70.195 suara.

Menarik untuk Anda:

Secara keseluruhan hasil rekapitulasi Pilgub Sulsel, NH-Aziz meraup 1.162.751 suara (27,32 persen), Agus-Tanribali : 419.055 suara (9,85 persen), Prof Andalan : 1.867.303 suara (43,87 persen), dan IYL-Cakka : 807.330 suara (18,97 persen).

Baca: Hasil Rekapitulasi Pilgub Per Kabupaten, Prof Andalan Menang, Selisih 704.552 Suara dari NH Aziz

Utak-atik Partai

Sebelum pengumuman resmi diumumkan, NH memang sudah menunjukkan sikapnya soal tidak jalannya mesin Partai Golkar bergerak untuk memenangkan NH-Aziz.

NH yang juga Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, akan mengevaluasi seluruh struktur Partai Golkar se-Sulsel. Sebab partai berlogo pohon beringin ini merupakan partai pemenang di Pileg 2014, namun suara NH-Aziz drop di Pilgub Sulsel.

“Saya akan evaluasi total. Bukan hanya soal kita kurang suara di beberapa daerah. Kita akan evaluasi khusus. Berkaitan dengan kepentingan partai kedepan. Seba,b sejak reformasi Golkar setiap pemilu menurun, baik DPR RI, DPRD Provinsi maupun kabupaten/kota,” ungkap Nurdin di kediaman pribadinya Jalan Mappala Makassar, 1 Juli 2018 lalu.

Menurutnya, tidak pernah ada calon gubernur maupun calon kepala daerah menjadikan partai sebagai instrumen pemenangan di Pilkada.

Olehnya itu, dirinya membentuk tim investigasi untuk mencari tahu faktor dropnya suara Golongan Karya di Pilgub.

“Kenapa suara kita di daerah menjadi lumbung suara, tetapi tiba-tiba suara drop drastis ada apa? Ini harus ada kajian yang menjawab. Misalnya Sopoeng, kenapa suara di pilgub kita drop drastis. Sama halnya di Jeneponto, ini ada apa padahal ketuanya Bupati.

“Pasti ketuanya tidak menunjukkan loyalitasnya terhadap partai. Olehnya itu saya membentuk tim khusus untuk investasi kegagalan Golkar di Pilkada. Mudah-mudahan 1 bulan ini sudah ada hasilnya,” pungkasnya.

Ada Pengkhianat

Sebelumnya, saat berpidato beberapa hari setelah pemungutan suara Pilgub Sulsel, Nurdin Halid bilang begini: “Saya juga ucapkan selamat kepada… para pengkhianat.”

Ketua Golkar Soppeng dan Jeneponto Terancam

Bupati Soppeng, yang juga Ketua DPD II Golkar, Kaswadi Razak, diisukan akan dicopot dari jabatannya. Itu menyusul kekalahan telak NH-Aziz yang cuma meraup 34.027 suara, sementara Prof Andalan 71.076.

Menjawab isu itu, Andi Kaswadi Razak cuma bilang “no comment”.

Selain Kaswadi Razak, Ketua DPD II Golkar merangkap bupati yang diisukan akan dicopot karena suara Golkar anjlok di daerah tersebut seperti Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid, Bupati Wajo Burhanuddin Unru, hingga Bupati Enrekang Muslimin Bando.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kampanye Perdana: Anir Paparkan Program Pro Pedagang Kecil, Lutfi Blusukan ke Pasar Rakyat

Tak Gelar Kampanye Rapat Umum, Danny: Patuhi Protokol Covid-19

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar