Kampung di Indonesia ini punya tradisi gila, warganya bisa tukaran istri

Ilustrasi tukaran istri. (foto/boombastis.com)

Terkini.id, – Yogyakarta memang dikenal dengan berbagai julukan, mulai dari kota pelajar, pariwisata dan budaya. Oleh sebab itu bukanlah hal yang aneh kalau kota ini menjadi tujuan utama banyak wisatawan. Baik wisatawan mancanegara hingga domestik.

Namun ternyata di balik keindahan kota Yogyakarta, ternyata ada sisi lain yang jarang diketahui. Ya keberadaan kampung Congklang di Yogya, yang rupanya pernah mengundang kontroversi di masyarakat.

Dilansir dari boombastis, ternyata di daerah ini seseorang bisa dengan mudahnya bertukar istri dengan orang lain. Usut punya usut, kampung Congklang ini dulunya banyak didiami oleh orang-orang yang berpaham radikal.

Kampung Congklang. (foto/inovasee.com)

Oleh sebab itu, bukanlah hal yang aneh kalau beberapa kebudayaan dan perilaku masyarakat di kampung ini sangat berbeda dengan penduduk di desa lainnya di Yogyakarta.

Hal yang menjadi sorotan rupanya adalah kebudayaan aneh yang dilakukan oleh warga kampung Congklang. Orang-orang kampung Congklang ini memiliki kebiasaan untuk bertukar istri atau pasangan dengan orang lain. Entah itu dengan tetangga ataupun para tamu.

Baca juga:

Kampung yang satu ini juga sangat menolak adanya budaya yang tidak sepaham dengan mereka, meskipun itu merupakan adat asli Jawa. Bahkan Sri Sultan Hamengkubowono X mengatakan bahwa hanya kampung Congklang yang menolak pagelaran wayang kulit.

Wayang kulit. (foto/apwtour.com)

Hal ini pastinya menjadi pertanyaan besar bagaimana mungkin budaya jawa asli malah ditolak di sana. Sikap ketertutupan kampung Congklang ini akhirnya menjadi perhatian oleh para pemerhati budaya.

Disinyalir, di kampung Congklang paham radikal masih sangat kuat. Hal itulah yang membuat adat asli Jawa ditolak keras di kampung tersebut.

Setelah mendapatkan info dari masyarakat perihal tradisi aneh dan gila di kampung Congklang, segera pihak berwajib dan satpol PP melakukan sebuah penyelidikan mengenai kebenaran dari informasi itu.

Hingga saat ini, hasil penyelidikan masih belum diketahui pasti. Jika benar, maka warga kampung akan dibina agar tidak lagi melakukannya.

DIY Yogyakarta. (foto/acehbisnis.com)

Tidak ada yang menyangka ternyata tradisi mirip suku di luar negeri ini ada di Indonesia. Namun melihat budaya orang Indonesia, hal itu merupakan sesuatu yang tabu.

Jika memang tradisi ini benar dilakukan di kampung tersebut, semoga ada pembinaan dari pemerintah setempat kepada warganya. Bahkan jika perlu, warga yang melakukannya ditangkap.

Komentar

Rekomendasi

Cara Unik Dokter di Makassar Cukur Rambut di Tengah Pandemi Covid-19

Tinggal di Gubuk Reot, Daeng Sialle Sekeluarga Butuh Uluran Tangan

Universitas Kebangsaan Malaysia, Setengah Abad Perguruan Tinggi untuk Memartabatkan Bahasa Melayu

Pandemi Covid-19, Kajati Sulsel dan BNI Kunjungi Warga Kurang Mampu

Demi Kuliah Daring, Mahasiswa Ini Berinisiatif Membuat Rumah Pohon

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar