Sebut Anies Tak Punya Prestasi Kerja, Kang Dede: Gubernur DKI Terburuk Sepanjang Sejarah!

Terkini.id, Jakarta – Komisaris Independen PT Pelni, Kristia Budhyarto alias Kang Dede menilai bahwa Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tidak memiliki prestasi kerja.

Kang Dede pun menyindir bahwa Anies Baswedan merupakan Gubernur DKI Jakarta sepanjang sejarah.

“Tak punya prestasi kerja hanya ‘pembangunan untuk pemandangan mata’ di DKI Jakarta,” kata Kang Dede melalui akun Twitter resminya, sebagaimana dilihat pada Kamis, 5 Mei 2022.

Baca Juga: Relawan Anies: Kami Tunggu Pak Anies Baswedan di Papua, Yang...

“Jalan satu-satunya jualan massa dengan memanfaatkan fasilitas olahraga,” sambungnya.

Gubernur DKI TERBURUK sepanjang sejarah,” katanya lagi.

Baca Juga: Ruhut Sitompul ‘Sindir’ Anies Baswedan: Mau Begini Presiden RI 2024,...

Kang Dede mengatakan hal tersebut sebagai respons terhadap unggahan Anies Baswedan terkait penyelenggaraan Salat Idulfitri di Jakarta International Stadium (JIS).

Dalam cuitannya, Anies Baswedan melampirkan beberapa gambar Umat Islam yang sedang melaksanakan Salat Idulfitri di JIS pada Senin, 2 Mei 2022.

“Hari ini sejarah kembali ditorehkan di Jakarta International Stadium,” kata Anies Baswedan dalam unggahannya.

Baca Juga: Ruhut Sitompul ‘Sindir’ Anies Baswedan: Mau Begini Presiden RI 2024,...

Dalam cuitannya yang lain, Kang Dede menyindir bahwa Anies Baswedan merupakan Gubernur paling pendusta sepanjang sejarah.

Pasalnya, menurut dia, Anies Baswedan tidak mau dituding menggunakan politik identitas, namun mala menggunakan sarana olahraga untuk kegiatan agama.

“Ndak mau dituding gunakan politik identitas tapi gunakan sarana olahraga yang ‘diakui’ hasil kerjanya untuk kegiatan keagamaan,” kata Kang Dede.

“Gubernur paling PENDUSTA sepanjang sejarah republik ini ya Anies Baswedan,” sambungnya, sebagaimana dikutip pada Senin, 2 Mei 2022.

Dalam cuitannya yang lain, Kang Dede lebih spesifik menyinggung soal Anies Baswedan yang menggunakan Jakarta International Stadium (JIS) untuk menyelanggarakan salat Ied.

Ia menilai bahwa Anies Baswedan menyelenggarakan salat Ied di JIS agar bisa memanfaatkan politik identitas di Pemilihan Presiden (Pilpres) nanti.

“Untuk jualan ‘Politik Indentitas’ yang akan digunakan ketika Anies Baswedan copras capres, maka Stadion JIS digunakan untuk Sholat Ied,” kata Kang Dede.

“Karena klo pake area Monas identik dengan gerombolan radikalis,” sambungnya.

“Padahal dari jaman baheula Sholat Ied warga Jakarta dipusatkan di Masjid Istiqlal,” katanya lagi.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Anies Baswedan memang mengumumkan bahwa JIS akan digunakan untuk Salat Idulfitri.

“Sekaligus kami kabarkan, Jakarta International Stadium siap menyambut jemaah shalat Idulfitri pada 1 Syawal ini,” kata Anies pada Rabu, 27 April 2022, dilansir dari Kompas.

“Di tempat itu kita akan berdzikir, kita akan mengagungkan takbir di mahakarya kota ini, kita akan bersyukur dan bersujud memohon rida Ilahi,” tambahnya.

Pada Senin, 2 Mei 2022 pun, JIS dipenuhi para warga yang berbondong-bondong ingin melaksanakan Salat Ied.

Anies Baswesan juga hadir di JIS untul salat bersama para warga yang datang.

Usai Salat Ied, Anies Baswedan mengatakan baywa JIS adalah hasil mahakarya anak bangsa yang dikerjakan selama pandemi Covid-19

Ia juga menyinggung bahwa dengan berdirinya JIS, berarti salah satu janjinya telah tertunaikan.

“Pada pagi hari ini kita bisa sama-sama melaksanakan salat Id sekaligus juga menyaksikan bahwa sebuah janji telah tertunaikan,” kata Anies di JIS, Senin.

“Jakarta International Stadium sebuah mahakarya yang dikerjakan oleh anak bangsa yang dikerjakan dalam suasana pandemi,” tambahnya.

Bagikan