Kapusdiktan: IT sudah tidak bisa ditolak lagi karena sudah merupakan keharusan dalam mengembangkan kompetensi

Pelatihan Operasional Drone Untuk Pemetaan Dalam Rangka Mendukung KOSTRATANI.

Kementerian Pertanian senantiasa terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi di Politeknik yang dikelolanya. Satu diantaranya adalah kegiatan Komando Starategis Pembangunan Pertanian (KOSTRATANI).

Dalam rangka mendukung program tersebut, dibutuhkan tenaga pendidik dan kependidikan yang terampil dan menguasai pengoperasian drone sebagai salah satu unsur penting untuk penyelenggaraan program KOSTRATANI tersebut.

Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdik), Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian telah menyelenggarakan magang drone selama 4 hari dimulai tanggal 26 sampai 28 Februari dengan konsep ” Pelatihan Operasional Drone Untuk Pemetaan Dalam Rangka Mendukung KOSTRATANI”. Jumat, (28/02).

Kepala Pusat Pendidikan Petanian menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat diperlukan bagi tenaga pendidik dan kependidikan vokasi sesuai dengan kompetensinya. Dr. Idha Widi Arsanti, SP., MP dalam arahannya pada saat penutupan, bahwa kegiatan telah sesuai dengan tujuan yakni untuk meningkatkan kapasitas tenaga pendidik dan kependidikan dalam menggunakan drone untuk aplikasi pertanian.

Seyogyanya magang ini memiliki tindak lanjut, pesan Kapusdik kepada Kepala Bidang Pengembangan Pendidikan. Teknologi harus disesuaikan dengan knowledge berikut keterampilan. IT sudah tidak bisa ditolak lagi karena sudah merupakan keharusan dalam mengembangkan kompetensi,” tuturnya.

Pelatihan drone ini juga akan terintegrasi dengan Kalender Tanam Terpadu (KATAM). KATAM memuat pola tanam, waktu tanam hingga produksi dan produktivitas hasil tanam suatu daerah. Implementasi kegiatan Kostratani telah dijalankan dengan pengadaan sapras, penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas SDM dan peningkatan penyelenggarakan,” ungkapnya.

Sutoyo, SP.,,MP mewakili peserta menyampaikan bahwa kegiatan magang ini sangat bermanfaat dan berharap ada tindak lanjut dari kegiatan ini. Sampai hari ke 4, peserta telah ajari cara mengolah data sebagai bagian dari proses pemetaan lahan berdasarkan hasil digitasi dilapangan.

Terima kasih kepada para narasumber dari Globalindo Multispek atas kerja samanya dalam melatih peserta. Diharapkan setelah mengikuti magang drone, peserta bisa membina/melatih penyuluh yang ada di BPP dalam penggunaan drone sehingga bisa menjadi informasi geospasial dan peta tematik,” tutupnya. (MUZ).

Komentar

Rekomendasi

Berita Lainnya

BEM FSD UNM Salurkan Bantuan Sembako dan APD Untuk Mahasiswa dari Luar Makassar

1.569 Peserta SNMPTN 2020 Lulus di Unhas, Nama yang Lulus Diumumkan Hari Ini

Direktur Polbangtan Gowa Beri Bantuan Untuk THL dan Cleaning Service: Ini Amanah Mentan SYL

Pandemi COVID-19, Seluruh Aktifitas Akademik Dialihkan Ke Smartphone dan Notebook

Bahas Covid-19, Alumni LK2 HMI Korkom UMI Gelar Diskusi Online

Lewat Aplikasi Zoom, Mahasiswa UNM Ini Ujian Seminar Hasil Secara Online

Pantau WFH, Direktur Polbangtan Gowa Sampaikan Pesan Mentan SYL

Pertanian Tidak Berhenti, Petani Tana Toraja Tetap “Mangngarak Ta’nak Na Mantanan”

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar